Seni Dimata Riden Baruadi, Jadi Simbol Kejujuran Emosi

Seni Dimata Riden Baruadi, Jadi Simbol Kejujuran Emosi Riden Baruady Gallery, semalam masih dikerumuni para pelakon seni. Rupanya pameran foto yang dilaksanakan membuat insane seni turun gunung. Tak hanya Fotografer, Dari perupa, hingga pelakon seni peran ikut andil dalam momen tersebut.

Berita Terkait


Riden Baruady Gallery, semalam masih dikerumuni para pelakon seni. Rupanya pameran foto yang dilaksanakan membuat insane seni turun gunung. Tak hanya Fotografer, Dari perupa, hingga pelakon seni peran ikut andil dalam momen tersebut.

Gusran Ismail – Kota Gorontalo

Hargo.co.id GORONTALO  –  “Malam ini kita ada sketsa bareng,” demikian bunyi pesan singkat yang diterima awak Koran ini. Riden Baruadi Gallery belakangan memang sering menjadi perbicangan.

Utamanya mereka yang hobi memaikan emosi dalam penikmatan seni. Di Gorontalo, Riden baruadi sendiri merupakan sosok yang kental dengan jiwa seni.

Dari sisi ini, sang maestro merembeskan kontribusi ke beberapa sisi lain. Sebut saja, langkahnya yang melelang foto termahalnya untuk mendukung penggalangan dana saat provinsi Gorontalo diperjuangkan.

Kembali ke gallery, suasana akrab langsung menyambut. Seorang model cantik dengan balutan busana merah melentik, menjadi fokus beberapa perupa yang khusuk menggores pena lukisan pada kertas di depan mereka.

Tak ada standar baku yang memberikan batasan mereka melihat dari sisi mana sang model akan mereka tuang ke dalam lukisan.

Suasana lebih terasa hangat saat dentingan music klasik mengiringi hentakan imajinasi masing-masing, membuat semua mengalir dengan begitu saja, tanpa ada basa basi, tanpa sapaan kebesaran, yang ada hanya satu ikatan, yakni ‘Pecinta Seni’.

Sedikit lelakon lalu ditampilkan dalam pementasan Pantomim, style ala badut, bergerak lucu namun syarat pesan. Tanpa sepatah katapun, namun cukup membuat yang lain mangguk-mangguk hingga memecahkan tawa.

Dua actor Pantomim berperan nyaris sempurna. Setidaknya itu juga kesan yang terasa oleh awak Koran ini.

“Semua ini memang mengalir begitu saja, mereka yang mengatur, mereka yang menjalankan, mereka yang memainkan, dan mereka juga yang mengendalikan, saya hanya jadi penikmat, saya juga hanya menonton.” ujar laki laki dengan perawakan berumur namun terlihat menikmati keberadaannya.

Laki laki itulah Riden Baruadi, ikon seni di Gorontalo. Senyum bersahaja terus merekah di wajahnya.

Sedari tadi mengamati susasana di “padepokan’ seni di ruangan ini, hingga berkesempatan wawancara dengan ‘Om Riden Baruady’ mungkin patut untuk mengetahui langsung apa pandangan seni dari Riden Baruadi, “Seni itu, yah, memang sulit diungkapkan,” ujarnya lalu kembali tersenyum.

Share

Leave a Comment