Seperti Ruhut, Fadel Harus Berani Kampanyekan HATI Meski Menentang Partai


GORONTALO, Hargo.co.id – Sebetulnya bukan hanya Fadel Muhammad yang berhadap-hadapan dengan partai sendiri di Pilkada 2017. Kolega Fadel Muhammad di DPR dari Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, sebetulnya juga berada dalam situasi yang sama. Di Pilgub DKI Jakarta, Ruhut Sitompul memilih mendukung calon petahana yaitu Basuki Tjahja Purnama-Djarot Syaifulah (Ahok-Djarot).

Sementara Partai Demokrat mengusung Agus Yudhoyono-Syilviana Murni (Agus-Sylvi). Karena tak mendukung calon yang diusung partai, Ruhut Sitompul kini menghadapi ancaman sanksi pemberhentian dari Partai Demokrat. Tapi ancaman itu tidak digubris. Ruhut Sitompul malah makin lantang mengkampanyekan Ahok-Djarot.

Keberanian Ruhut Sitompul untuk menentukan sikap politik itu, diharapkan bisa ditiru Fadel Muhammad. Sebab untuk mendukung calon yang diusung partai Golkar di Pilgub Gorontalo yaitu Rusli Habibie-Idris Rahim, Fadel Muhammad berada dalam situasi dilematis. Istrinya Hana Hasanah mencalonkan diri sebagai Gubernur tapi diusung partai lain.

Karena tak mendukung calon partai, Fadel Muhammad telah mendapatkan sanksi pemecatan dari kepengurusan DPP Golkar. “Harus seperti Ruhut. Berani menentukan pilihan meski berbeda dengan perintah partai,” saran Sekretaris DPD PDIP Gorontalo La Ode Haimudin.

La Ode mengemukakan hal ini dengan harapan, Fadel Muhammad bisa secepatnya turun untuk mengkampanyekan istrinya Hana Hasanah yang berpasangan dengan Toni Junus. Di Pilgub 2017, Hana Hasanah maju sebagai Calon Gubernur berpasangan dengan Toni Junus, Calon Wakil Gubernur. Pasangan yang dikenal dengan duet HATI ini diusung koalisi PDIP, PPP, Gerindra dan PKB. “Apalagi kan pak Fadel sudah menyatakan sanksi pemecatan itu seperti sinyal dari partai Golkar untuk memberikan keleluasaan untuk mengkampanyekan HATI,” jelasnya.

Menurut La Ode, Fadel Muhammad tidak perlu ragu untuk mengkampanyekan HATI. Karena kalaupun ada konsekuensi lain yang akan dihadapi, itu telah menjadi resiko politik. “Tidak perlu ambil jalan aman. Dengan hanya diam-diam tanpa ada ketegasan bersikap. Semakin cepat pak Fadel turun kampanye akan semakin memperbesar kemenangan HATI,” ungkapnya. “Waktu dua bulan yang tersisa pada masa kampanye sangat cukup untuk mempermantap kemenangan HATI,” sambung La Ode.

Sinyal Fadel Muhammad untuk berkampanye bagi pasangan HATI sebelumnya sudah ia utarakan pasca keluarnya putusan pemecatan dari posisi Sekretaris Dewan Pembina DPP Golkar. Bagi Fadel, pemecatan itu menjadi sinyal partai untuk memberi keleluasaan untuk mendukung istrinya di Pilgub. “Kalau mereka memecat saya, itu artinya saya bebas. Dan berarti saya bisa berkampanye,” ucap Fadel Muhammad. (rmb/hargo)

Share

Leave a Comment