Sidang Bawaslu, Nasib Rusli-Adhan Ditentukan Hari Ini


GORONTALO, Hargo.co.id – Sidang gugatan tiga pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur atas keputusan KPU Provinsi Gorontalo terkait penetapan pasanganan calon khirnya memasuki babak akhir.

Rencananya, Bawaslu akan membacakan putusan terkait gugatan tersebut dalam sidang yang akan digelar (8/11).

Terkait agenda putusan, aparat kepolisian memperketat penjagaan kantor Bawaslu sejak kemarin (7/11).

Sejak awal persidangan, putusan yang akan disampaikan Bawaslu pada sidang hari ini yaitu gugatan pasangan Hana Hasanah-Tony Junus (HATI) yang menggugat keputusan KPU yang meloloskan Rusli Habibie sebagai calon Gubernur.

Pasalnya Rusli Habibie berstatus terpidana. Pasangan nomor urut satu ini juga mempersoalkan ijazah calon wakil Gubernur Adhan Dambea.

Bawaslu juga akan membacakan putusan atas gugatan pasangan Rusli Habibie-Idria Rahim (NKRI) yang mempersoalkan ijazah Adhan Dambea.

Serta gugatan pasangan Zainudin Hasan-Adhan Dambea yang mempersolkan status terpidana Rusli Habibie dan kebijakan mutasi pejabat yang dilakukan oleh calon petahana Rusli Habibie-Idris Rahim.

Terkait agenda sidang putusan pada hari ini, tiga pasangan calon bersama KPU, kemarin (7/11) telah memasukkan materi kesimpulan ke Bawaslu.

Pemasukan materi kesimpulan diawali dari pasangan HATI, KPU, pasangan NKRI dan pasangan ZIHAD.

Tim kuasa hukum HATI yang diwakili oleh Imran Mahfudi mengatakan, pihaknya menyimpulkan sejumlah poin dari proses sidang yang telah diikuti sebelumnya.

Diantaranya, kedua pasangan calon baik NKRI (Rusli-Idris) dan ZIHAD (Zainudin-Adhan) tidak layak diloloskan sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo.

“Jika KPU hendak berpedoman pada PKPU Nomor 9 tahun 2016 untuk meloloskan Rusli Habibie, maka pasangan NKRI tetap tidak bisa diloloskan, karena tidak memenuhi tiga persyaratan khusus bagi terpidana yang hendak mengikuti pemilukada.

Hal ini mengingat, sesuai dengan jawaban KPU saat sidang yang menyebutkan bahwa, paslon NKRI hanya memasukkan satu dari tiga syarat khusus calon terpidana yang hendak mendaftar sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, yaitu, Surat keterangan dari Kejaksaan.

Share

Leave a Comment