Sosok Jujur, Pekerja Keras dan Pahlawan Bagi Keluarga

Sosok Jujur, Pekerja Keras dan Pahlawan Bagi Keluarga Alm. Paris Tohubu (kanan) saat foto bersama Adhan Dambea yang menjabat walikota Gorontalo saat itu.

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – PROSESI pemakaman Paris Tohubu diwarnai isak tangis, Kamis (10/11). Pihak keluarga dan jajaran Pemerintah Kota Gorontalo tak tahan membendung rasa kehilangan mereka.

Ny Hadijah Soeratinojo, isteri mantan Walikota Gorontalo Medi Botutihe dan Ny Salma Dambea Ointoe isteri mantan Walikota Adhan Dambea nampak menghadiri pemakaman.

Selain itu, jajaran Pemkot dan sejumlah pejabat juga turut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan sementara.

Almarhum yang lahir pada 1 September 1960 tersebut meninggalkan dua anak, 1 istri dan 3 orang cucu.

Almarhum dikebumikan di pemakaman keluarga di Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, sekitar pukul 10.00 Wita.

Sebelum meninggal, Almarhum Paris yang tercatat sebagai warga Kelurahan Dulalowo Timur, Kecamatan Kota Tengah ini, menjalani perawatan selama 13 hari di Rumah

Sakit Aloe Saboe akibat menderita penyakit gagal ginjal yang telah dideritanya sejak Mei lalu.

Semasa hidupnya, Paris Tobuhu ternyata begitu dekat dengan jajaran Pemkot Gorontalo.

Ia dikenal sebagai sosok yang jujur, berani dan pekerja keras di kalangan ASN.

Almarhum Paris Tobuhu mulai mengabdi di Pemkot Gorontalo sejak zaman Walikota Yusuf Bilondatu hingga era pemeritahan Walikota Adhan Dambea. Ia juga pernah menjadi CPNS pada bagian umum Setwilda DATI II Gorontalo pada tahun 1989.

Kemudian staf pada bagian umum Setwilda Kodya II Gorontalo tahun 1989, sekertaris kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo pada 2012.

Kemudian menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo sejak Maret 2016 hingga saat ini.

Abdullah Tohubu, anak kedua alm. mengatakan, bagi keluarga Paris Tobuhu adalah pahlawan.

“Ia sosok pahlawan yang tidak bisa kami keluarga lupakan, karena kemurahan hatinya ia bisa membesarkan kami dan bisa menyekolahkan kami sampai bisa sarjana. Pengorbanannya sebagai pemimpin di lingkungan keluarga menjadi hal yang paling tidak bisa kami lupakan,” ungkap Abdullah sambil meneteskan air mata.

Di tengah keluarga, almarhum juga dinilai sebagai sosok yang penuh tanggungjawab.

“Semenjak lahir sampai dengan kami semua merasakan nikmatnya kehidupan di dunia, beliau terus bertanggungjawab untuk merawat kami. Yang tak bisa di lupakan bagi keluarga adalah ketika kami selalu bersama dan kumpul bersama dengan beliau,” tambahnya.

Meski begitu, Abdullah mengaku, kepergian almarhum sudah diikhlaskan oleh keluarga.

“Kami sudah ikhlas dengan kepergian orang tua kami sekaligus pemimpin kami, kami sangat berharap kepada masyarakat Kota Gorontalo agar kiranya bisa memaafkan semua salah yang telah alm lakukan semasa hidupnya. Semoga arwah dan amal ibadahnya bisa di terima di sisi ALLAH SWT,” tuturnya.(*/hargo)

Share

Leave a Comment