Tak Mampu Penuhi Kebutuhan, Bawang-Tomat Dipasok dari Luar Gorontalo

Tak Mampu Penuhi Kebutuhan, Bawang-Tomat Dipasok dari Luar Gorontalo Beberapa pedagang saat membersihkan bawang merah yang akan dijual ke pasar.

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Pemerintah daerah nampaknya harus segera membuat terobosan agar di Gorontalo memiliki sentra produksi bawang merah dan tomat.

Pasalnya, selama ini, bawang merah dan tomat yang dijual pedagang sebagian besar dipasok dari luar daerah, misalnya Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Mataram.

Apabila di kedua daerah ini, stok bawang dan tomat minim, maka kemungkinan harga bawang dan tomat di Gorontalo akan melonjak seiring makin menipisnya stok di daerah.

Manager UK3, Kpw Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Unggul Priatna W SE, MM mengatakan, di Gorontalo, petani yang membudidayakan tomat dan bawang merah masih ada, namun produksinya belum mampu untuk memenuhi kebutuhan penduduk di Gorontalo.

“Kita di Gorontalo belum ada sentra produksi tomat dan bawang merah. Kalau lahan pertanian tomat dan bawang merah ada, tetapi belum bisa dikatakan sebagai sentra produksi,” kata Unggul.

Sehingga itu, lanjut Unggul, kadang harga tomat dan bawang merah mengalami kenaikan.

“kalau stok kita tidak cukup, jelas kita harus pasok dari luar. Nah selama ini yang terjadi, bawang merah dan tomat di Gorontalo didatangkan dari Sulteng dan Mataram. Ada dari beberapa daerah lain, tetapi kalau daerah itu kena bencana, harga mereka juga lebih mahal,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah pedagang juga mengakui, saat ini, stok bawang merah dan tomat di Gorontalo semakin minim.

“Mungkin ini akibat bencana di Kabupaten Gorontalo dan Boalemo lalu, jadi stok kurang.

Banyak juga bawang yang kami jual ini informasi dari pemasok diambil dari luar daerah, kondisinya macam-macam, ada yang kualitas di bawah dan ada yang kualitas super. Harga pengambilan jauh berbeda,” ungkap Jemi, pedagang rempah rempah di pasar tradisional Kota Gorontalo.(dan/hargo)

Share

Leave a Comment