Terjaring Razia, 9 Pelajar Bolos Sekolah Kepergok Pesta Ehabon

Terjaring Razia, 9 Pelajar Bolos Sekolah Kepergok Pesta Ehabon 7 siswa SMP dan siswa SMA terjaring razia Polsek Tapa saat asyik menggelar pesta ehabon, Sabtu, (8/1).

Berita Terkait


TAPA Hargo.co.id – Penggunaan narkoba oplosan dikalangan pelajar Gorontalo sudah merajelala. Tidak sedikit kalangan pelajar yang sudah masuk dalam lingkaran candu barang yang merusak akal itu. Diantara jenis narkoba oplosan yang kerap digunakan para pelajar yakni lem Ehabon.

Beberapa waktu lalu, kasus pemakaian lem ehabon terungkap dikalangan pelajar di wilayah Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Kali ini, giliran 9 pelajar di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) yang kepergok petugas Polsek Tapa sedang asyik menggelar pesta ehabon, Sabtu, (8/1), sekira pukul 11.00 Wita.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (grup Hargo.co.id), penangkapan bermula ketika petugas mendapatkan laporan warga terkait dengan aktivitas mereka. Waktu itu mereka tengah asyik nongkrong di salah satu tempat di kawasan Tapa.

Dari informasi tersebut, petugas Polsek Tapa pun segera turun kelokasi. Benar saja, mereka berhasil dipergoki tengah asyik menghirup lem ehabon. Dari 9 pelajar yang ditangkap, 2 merupakan siswa SMA dan 7 siswa SMP.

Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), mereka pun diseret petugas menuju kantor Polsek Tapa. Di Kantor Polisi, para siswa berandal ini diberikan pembinaan sekaligus diminta memebuat surat pernyataan yang berisi perjanjian agar tidak mengulangi perbutan buruk tersebut.

Petugas juga mengundang para orang tua pelajar bersama guru untuk menjemput mereka langsung di kantor polisi.

Kapolsek Tapa AIPTU Simin Zakaria mengatakan, di kantor polisi, 9 pelajar yang ditangkap tersebut dilakukan pembinaan yang tegas. Menurut Simin, rata-rata para siswa tersebut baru mencoba-coba. Karena itu sebelum kecanduan lebih menakutknya, perlu adanya pengawasan lebih lanjut dari orang tua.
“Kita sudah minta surat penyataan agar mereka tidak mengulangi perbautan mereka. Tapi yang terpenting disini adalah peran guru dan orang tua. Mengingat usia mereka yang masih sangat belia dan berstatus pelajar,” kata Simin. (tr-54/hargo)

Share

Leave a Comment