Terjebak Banjir Bandang, Bocah Ini Sempat Telepon Ayahnya


GORONTALO, Hargo.co.id – Banjir bandang yang terjadi, Minggu (30/10) di  di sungai Moloopu Kelurahan Hutuo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo membawa korban jiwa.

Tiga bocah Sekolah Dasar (SD) di Kelurahan Hutuo itu yakni Abi Rasya  Ginase (10), Mohamad Rivaldo Aditiya, dan Adrian Ramadan Jabi (10) tewas terseret banjir . Sementara empat korban lainnya berhasil selamat setelah berusaha memegang pohon yang berada di tengah-tengah banjir tersebut.

Mereka yakni Hafid Doke yang sudah lebih dulu memegang pohon yang ada di tengah sungai berusaha meraih tangah sejumlah rekanya yang lain diantaranya Dimas Ibrahim, Nur Cholis, dan Alif

Pengakuan Dimas didampingi ayahnya Arifin Ibrahim saat diwawancarai Gorontalo Post (grup hargo.co.id) mengatakan, dirinya sangat shok dan trauma mengingat kembali kejadian itu.

“Saat kejadian, Alif teman saya langsung menghubungi ayahnya melalui Handphone,”kata Dimas Ibrahim.

Diakui Dimas, dalam pembicaraan via Handphone, Alif mengatakan jika mereka terjebak arus sungai Hutuo dekat cekdam dan masih berpegangan di pohon.

Setengah jam kemudian yakni sekira pukul 15.30 wita, warga dan orang tua para bocah korban selamat tiba di lokasi kejadian.

Mereka langsung melakukan pertolongan serta evakuasi terhadap para korban dengan menggunakan tali.

Harianto Doke, orang tua Hafid Doke salah satu korban yang selamat dari tragedi naas mengungkapkan, sekitar pukul 14.30 wita dirinya mengakui perasaanya tidak menentu.

Dirinya langsung menghubungi Hafid Putranya melalui HP. Namun, saat itu yang mengangkat telpon bukan Hafid tapi temannya.

Karena saat berbicara telpon mengeluarkan suara kresek. Maka Harianto kemudian mematikan ponselnya, kemudian menelpon kembali putranya.

“Telpon kedua yang mengangkat anak saya, langsung meminta agar saya segera datang ke cekdam untuk menolong mereka. Ketika tiba di lokasi, mereka berempat sedang bertahan dengan memeluk pohon yang berada ditepi sungai tersebut,” urainya.

Lebih lanjut dikatakan Harianto, beruntung saat itu dirinya menelpon anaknya, sebab jika tidak, mereka juga sudah jadi korban.

Karena tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka terjabak arus di tengah sungai.

Share

Leave a Comment