Terungkap! Rumah Berdarah Menyimpan Harta Karun dan Dijaga …..


GORONTALO, Hargo.co.id – Berbagai kejadian misterius yang terjadi di rumah Darmawan Sulila di Desa Bubeya, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) telah menyedot perhatian publik.

Menariknya kini, asumsi dan spekulasi dari para orang pintar bermunculan dalam melihat sebab dibalik peristiwa menyeramkan itu.

Dari kalangan paranormal, mereka menerawang sebab dibalik misteri di rumah tersebut karena rumah itu menyimpan harta karun yang begitu banyak.

Harta tersebut merupakan peninggalan orang Belanda yang hidup di zaman Permesta.

Hal ini adalah penerawangan dari Ta Kilu, paranormal di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.

Kemarin, saat di datangi Gorontalo Post, Ta Kilu mencoba menerawang kondisi ini dari segelas air putih.

“Ada harta karun orang belanda. Orang belanda itu tidak sempat membawa pergi harta itu. Sehingga mereka menguburnya di rumah tersebut,” kata Ta Kilu yang terlihat seperti orang yang mulai kemasukan.

Menurutnya, harta karun tersebut selalu dijaga oleh orang pintar yang jauh.

Orang itu mengetahui betul harta karun tersebut. Namun belakangan ini, ada orang jahil yang berusaha untuk mengusik dengan maksud mengambil harta karun itu.

“Jadi penjaga harta karun marah. Mereka yang menjaga ini adalah bidadari dan dua diantaranya ada yang memakai songkok dan rambut panjang. Kejadian yang terjadi di rumah itu karena penjaga mencoba menunjukan amarahnya. Jadi penghuni rumah jadi sasaran,” tutur Ta Kilu.

Harta karun itu lanjut Ta Kilu tersembunyi dalam bentuk guci. Posisinya berada di bawah kamar rumah, dan sebagiannya lagi di sekitar halaman rumah.

“Di rumah itu kalau ada pohon bambu maka di bawahnya ada uang hasil barasil (Istilah tempo dulu). Uang itu mau diambil sehingga penjaga harta karun marah. Katanya itu bisa diambil nanti 7 turunan. Makanya yang rambut panjang itu kasih keluar darah, “ujarnya.

Menurutnya hal itu bisa segera selesai jika memang mau ikhtiar yakni dengan cara membakar kemenyan kasturi.

“Itu bisa diusir bakar dengan kemenyan kasturi atau nanti saya juga kalau ada waktu Insya Allah nanti mau diziarahi, “ujarnya. (tr-48/csr/hargo)

Share

KOMENTAR

Leave a Comment