Tes Urine, 4 Pejabat Pemkot Positif

Tes Urine, 4 Pejabat Pemkot Positif Para pejabat Pemkot eselon II, III dan IV (kepala dinas, kepala bagian, camat, kepala seksi dan lurah) se-Kota Gorontalo melakukan tes urine, Senin (28/11) di aula Pemkot Gorontalo. (Natha/Gorontalo Post)

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – Perang terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba terus ditabuh Pemkot Gorontalo. Kemarin (28/11), seluruh pejabat dari eselon II, III dan IV dilakukan tes urine.

Hasilnya, empat orang terindikasi positif. Namun hingga berita ini dilansir, belum diketahui empat pejabat positif itu apakah eselon II, III atau eselon IV.

Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Gorontalo selaku pelaksana tes urine masih akan menelusuri indikasi positif. Apakah benar-benar menggunakan zat psikotropika (narkoba,red) atau indikasi positif akibat penggunaan obat-obatan medis.

Tes urine kali itu diikuti 85 pejabat. Sejatinya sesuai data yang diwajibkan ikut serta dalam tes berjumlah 105 orang. Sehingga masih ada 20 orang yang belum dilakukan tes urine.

“Untuk yang terindikasi positif itu masih akan kita selidiki. Apa karena narkoba atau karena pengaruh obat dengan resep dokter,” ujar Kepala BNNK Gorontalo Roy Bau.

“Yang jelas 4 nama sudah kami kantongi, dan keempatnya belum mendapat konfirmasi, rencananya besok (hari ini, red) mereka baru akan kita konfirmasi,” sambung Roy Bau.

Walikota Gorontalo Taha mengatakan, bagi empat pejabat yang terindikasi menggunakan positif tersebut jika terbukti menggunakan narkoba, maka akan diberikan sanksi tegas. Hal itu wajib dilakukan oleh pemerintah sebagai bentuk komitmen memberantas narkoba.

Lebih lanjut disampaikan Marten, tes urine yang dilakukan pihaknya bersama BNNK Gorontalo merupakan tindaklanjut Instruksi Presiden dan perintah Badan Narkotika Nasional (BNN) tentang pencegahan Narkoba.

Menurut Marten, Presiden Joko Widodo pada Agustus belum lama ini, menyebutkan masalah narkoba di Indonesia sudah sangat dararut. Data secara nasional menujunjukan lebih kurang 40 sampai 50 orang di Indonesia meninggal karena Narkoba.

“Karena itu Indonesia sudah kategori darurat narkoba,” ujar Marten dalam rapat koordinasi antara Pemkot Gorontalo dengan BNNK Gorontalo.

Lebih lanjut Mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo menyampaikan tersebut, Narkoba merupakan bahaya Laten yang sangat mengancam keberlangsungan generasi.

“Sehingga mutlak untuk diberantas,” tandas Walikota.

Terpisah Wakil Walikota Gorontalo Charles Budi Doku menuturkan, Pemkot Gorontalo akan bersikap objektif jika memang benar ada pejabat yang terbukti positif mengonsumsi obat terlarang.

“Tetapi tentu perlu ada pemeriksaan kembali,” ujarnya.

Menurut Wawali, sebelum melakukan tes urine, para pejabat mengisi formulir yang di dalamnya ada permintaan mencantumkan obat yang sedang dikosumsi.

“Jadi karena alat untuk tes urine memang sangat sensitif, bisa saja pengaruh obat resep dokter yang tengah di konsumsi dapat terdeteksi positif, semisal obat anti bengkak, obat batuk dan darah tinggi,” ujar Budi Doku.

Lebih lanjut jika memang terbukti mengonsumsi narkoba, maka tentunya menurut Wawali tindakan tegas akan diberlakukan.

“Kita juga sudah membentuk tim yang terdiri atas BKD, Inspektorat dan Komisi ASN. Namun keyakinan sementara kami bahwa aparatur Pemkot bersih Narkoba,” tandas Budi Doku.(gip/hargo)

Share

Leave a Comment