Tiga Bulan Jadi DPO, Otak Penyelundupan Narkoba ke Lapas Ditangkap


Hargo.co.id GORONTALO – Petugas BNN Provinsi Gorontalo berhasil meringkus RPM (31), warga Kelurahan Limba U-1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. RPM diduga merupakan otak dibalik rentetan kasus penyelundupan narkoba ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Gorontalo. Wanita berparas cantik itu diciduk BNN Provinsi Gorontalo di salah satu rumah kontrakkannya di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, sebelum ini sudah 3 kasus penyelundupan narkoba jenis sabu di Lapas Kota Gorontalo. Aksi penyelundupan itu berhasil digagalkan pihak Lapas Gorontalo.

Kasus terakhir yang melibat AA, salah satu narapidana. Waktu itu AA menerima jenis narkoba Sabu dari salah satu orang. Pelaku penyelundupan yang belakangan diketahui adalah RPM itu melakukannya dengan memasukkan barang haram itu kedalam dus makanan untuk mengelabui petugas.

Aksi tersebut berhasil terbongkar setelah petugas Lapas memerkisanya. AA pun kemudian di introgasi oleh pihak BNN Provinsi Gorontalo yang dihubungi pihak Lapas.

Dari keterangan AA inilah, terungkap nama RPN, bandar narkoba asal Kelurahan Limba U-1. Namun setelah dicari di rumahnya, RPN tidak ditemukan. Sepekan kemudian, ia ditetapkan menjadi DPO.
Setelah 3 bulan berlalu, RPN akhirnya berhasil di tangkap di rumah kontrakannya di Jakarta Selatan, pada, 23 Oktober 2016.

Kepala BNN Provinsi Gorontalo Kombes Pol Sumarno mengatakan, keberadaan RPN berhasil diketahui pihaknya berkat laporan dari masyarakat. Pihaknya lanjut Sumarno langsung berkoordinasi dengan petugas kepolisian Jakarta Selatan.

Diketahui, bahwa RPN ini sering bertransaksi di wilayah Jakarta Selatan. “Ia sudah tidak lagi di Gorontalo. Laporan terakhir kita mendapatkan informasi terkait alamat kontrakannya. Saat penangkapan di rumah kontrakkan RPN tidak melakukan perlawanan. Ia kemudian langsung kita bawa ke Gorontalo,” terangnya dalam konferensi pers yang digelar BNN Provinsi Gorontalo, Senin, (7/11).

Sumarno menyampaikan, dari hasil intorgasi terhadap RPN, ia mengaku selama ini sering memasok narkoba ke dalam Lapas dengan menggunakan modus melempar barang haram itu atau dengan cara menyembunyikannya di dalam dus makanan yang akan diantar untuk AA, narapidana di Lapas Kota Gorontalo. “Saat ini yang bersangkutan sudah kita tahan. Dia termasuk bandar narkoba yang memiliki kaki tangan di Gorontalo,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Sumarno, saat ini Gorontalo sudah menjadi sasaran empuk bandar narkoba dari Makassar, Sulawesi Selatan, dan dari Palu Sulawesi Tengah (Sulteng). RPN termasuk salah satu bandar jaringan Sulsel-Sulteng tersebut.

“Dari pengakuan tersangka, ia bisa mendapatkan barang haram itu dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Jika ada yang pesan, ia tinggal mengambilnya,” katanya.

Untuk itu, ia berharap masyarakat Gorontalo untuk lebih berhati-hati. Apalagi Gorontalo sudah masuk daerah yang darurat Narkoba. Upaya perlindungan terhadap generasi muda perlu terlu digiatkan untuk menanganggulangi, darurat Narkoba di Gorontalo ini. (tr-49/hargo) 

Share

Leave a Comment