Tiga Hari Sebelum Ditemukan, Penghuni Kos Konsumsi Air Sumur

Tiga Hari Sebelum Ditemukan, Penghuni Kos Konsumsi Air Sumur Kos kosan dan tempat fitnes di Kelurahan Kayubulan, yang menjadi lokasi sumur tempat penemuan mayat bayi. (foto Arfandi/Gorontalo Post)

Berita Terkait


Hargo.co.id LIMBOTO – TRAUMA dan jijik. Itulah pengakuan sejumlah anak kos kosan ketika Gorontalo Post kembali mengunjungi lokasi penemuan mayat bayi di Kelurahan Kayubulan.

Setelah mengetahui adanya mayat bayi di dalam sumur kos kosan tempat tinggal mereka, para penghuni kos seakan akan mulai kehilangan nafsu makannya.

Pasalnya, tiga hari sebelum mayat bayi itu ditemukan, para penghuni kos ternyata aktif menggunakan air sumur tersebut untuk mandi, mencuci dan memasak.

Salah seorang penghuni kost, Yudin Bouti (40) mengaku selama ini mereka mengunakan air yang ada di sumur tersebut.

“Kami semua penghuni kost ini tiga hari sebelum penemuan sudah mencium bau tersebut, namun kami tidak mengetahui darimana datangnya bau yang menyengat ini. Ternyata baru kami sadar bahwa bau itu adalah air yang kami gunakan yang berasal dari dalam sumur,” ungkap Yudin.

Di tempat yang sama, penghuni kos lainnya, Hikmawati Lamata (22), mengatakan, sumur ini memang dipakai setiap hari untuk mencuci segala kebutuhan anak kos.

“Namun kami tidak pernah bayangkan bau yang menyengat tersebut ternyata dari dalam sumur yang di dalamnya sudah ada mayat bayi yang sudah busuk,” kata Hikma.

Selain itu, pemilik kost, Valentino Rauf, kemarin mulai melakukan upaya pembersihan sumur.

Menariknya, ketika membersihkan sumur tersebut, pihaknya menemukan ada dua potong jaket cewek di dalam sumur yang juga mengeluarkan bau tak sedap.

“Kami sudah melakukan upaya pembersihan di sumur ini dengan cara menguras dan juga membersikan isi dalam sumur ini,” kata Valentino, pemilik kos.

Sementara itu, sebagaimana pantauan Gorontalo Post, kemarin, kos kosan lokasi penemuan mayat bayi mulai sepi. Bahkan ada penghuni kos yang memilih tidak menggunakan kamar kosnya akibat trauma.

Selain itu, penemuan mayat bayi ini juga berimbas pada aktivitas tempat fitnes yang berada dikawasan kos kosan ini.

Di sisi lain, kasus pembuangan mayat seorang bayi di sumur salah satu kos kosan di Kelurahan Kayubulan, itu, kini mulai terkuak. Polres Gorontalo kini telah mengantongi identitas pelaku pembuangan bayi tersebut.

Selain itu, di lokasi, pemilik kos menemukan ada dua buah jaket perempuan di dalam sumur.

Saat ini, Polres Gorontallo belum berani mengungkapkan siapa pelakunya, namun mereka memastikan, sudah ada oknum yang dicurigai sebagai pelaku utama dalam kasus tersebut. Satreskrim Polres Gorontalo, hingga kini, masih terus mendalami kasus pembuangan bayi ini.

Sejumlah saksi telah diperiksa, mulai dari pemilik kos kosan, Valentino Rauf serta beberapa saksi yang ada di lokasi penemuan mayat bayi.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo, AKP Dedi Supriyatno, SIK mengatakan, dalam penyelidikannya, muncul kecurigaan dari penyidik terhadap pelaku pembuangan bayi tersebut.

“Saat ini kami sudah mengantongi identitas pelaku yang membuang bayi di sumur. Hanya saja penyelidikan masih kita dalami dan memperkuat bukti-bukti untuk menjerat pelaku,” ujarnya.

AKP Dedi menambahkan, jika seluruh bukti sudah terkumpul dan pelaku pembuangan mulai jelas, maka pihaknya akan melaksanakan gelar perkara dan bakal mengumumkan pelaku tersebut.

“Kami tidak mau gegabah dalam menentukan pelaku. Sehingga mungkin beberapa hari kedepan, pelaku akan kami tangkap,” tegasnya.

Terpisah, Kapolres Gorontalo, AKBP Purwanto, SIK mengatakan, hingga kini penyidik terus bekerja dalam melakukan pengembangan kasus penemuan bayi di Kabupaten Gorontalo, termasuk kasus penemuan mayat bayi di Sungai Hunggaluwa.

“Hanya saja untuk bayi yang di temukan oleh warga di Sungai Hunggaluwa itu penyidik masih kesulitan. Karena minimnya saksi-saksi yang melihat kejadian itu,” tutur Purwanto.(tr-53/hargo)

Share

Leave a Comment