Tiga Hari Terendam Banjir, Warga Bilato Butuh Pasokan Air Bersih dan Obat-Obatan

Tiga Hari Terendam Banjir, Warga Bilato Butuh Pasokan Air Bersih dan Obat-Obatan Warga Korban Banjir di Kecamatan Bolato yang saat ini Menggunakan Tenda Pengungsian (Foto Roy Van Gobel/Hargo.co.id)

Berita Terkait


Hargo.co.id  GORONTALO – Memasuki hari ketiga pasca banjir bandan yang melanda  Kabupaten Gorontalo sejak tiga hari lalu, sebagian wilayah yang terendam air kini berangsur normal, namun untuk wilayah Kecamatan Bilato hingga kini kondisinya masih memprihatinkan  meskipun debit air mulai surut.

Berdasarkan pantauan dilokasi banjir,  Banjir yang merendam tiga desa  yang ada di Kecamatan Bilato kini mulai berangsur surut dengan ketinggian air tinggal 1 meter, yang sebelumnya ketinggian air mencapai 3 hingga 4 meter.

Akibat banjir bandan ini, ratusan rumah milik warga serta sejumlah fasilitas umum lainnya rusak parah, sehingga menyebabkan aktifitas warga lumpuh

Rumah warga yang terendam banjir.

total. Sedangkan warga yang mengalami  dampak banjir terpaksa harus mengungsi di tenda-tenda penampungan.

Menurut Maryam Musa, Warga Desa Juriah, yang sempat diwawancarai menjelaskan banyak rumah warga yang hacur dilanda banjir, sehingga dirinya bersama warga lainya memilih untuk mengungsi.

“hampir sebagian besar rumah kami rusak, sehingga kami terpaksa harus tingga di tenda, kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan makanan serta air bersih, ” Ujar Maryam

Selain itu Maryam menambahkan,  untuk mengantisipasi penyakit yang disebabkan banjir ini, ia berahap adanya bantuan obat-obatan dan pakaian.

Sementara itu distribusi makanan masih terus dilakukan  pihak Badan penaggulangan Bencana  Daerah Kabupaten Gorontalo. Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gorontalo Doni Lahati kepada wartawan menjelaskan,  hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan  upaya penyelamatan terhadap korban banjir,  dengan melakukan evakuasi warga yang mengalami dampak banjir, selain itu pihaknya  telah membangun dapur umum dan tenda tenda pengungsian.

“  Kita selalu memantau perkembangan di lokasi banjir dan bagi korban banjir,  kita sudah menyiapkan tenda-tenda pengungsian serta membangun dapur umum di beberapa titik lokasi banjir, dan untuk  distribusi makanan tetap kita lakukan hingga kondisi normal kembali.” Ujar Doni

Untuk pasokan air bersih yang sangat dibutuhkan warga, Doni Menambahkan  hal ini menjadi kendala utama, sebab menurutnya sarana dan prasarana PDAM yang saat ini mengalami kerusakan, menjadi penyebab berkurangnya persediaan air bersih, namun hal ini bisa diatasi dengan distribusi air mengggunakan tangki.

Sementara itu Dari data yang berhasil dihimpun wartawan, Untuk Kecamatan Bialato  terdapat 1483 Jiwa yang mengalami dampak banjir. Tiga Desa tersebut masing-masing Desa Juriah 213 KK 649 jiwa, Desa Totopo dusun bina karya 80 KK 400 jiwa, dusun Potanga 10 KK 500 jiwa,serta dusun mondolupito 61 KK 323. (rvg/Hargo)

 

 

Share

Leave a Comment