Tung Desem: Bangkitkan Pariwisata Itu Ide Revolusioner


Hargo.co.id JAKARTA – Istilah “revolusioner” dan “dahsyat” itu memang akrab dengan pamor motivator paling heboh di tanah air, Tung Desem Waringin. Konsultan, penulis, dan pengusaha kelahiran Solo, 22 Desember 1968 yang kaya trik marketing itu memberi dua jempol untuk Presiden Joko Widodo.

Ini setelah berstatemen tegas dan jelas, bahwa pariwisata bakal digas penuh menjadi core economy bangsa Indonesia, dengan menaikkan budget promosi 4-5 kali lipat dari sebelumnya.

Kata-kata Presiden Jokowi itu disampaikan dalam acara Kompas 100 CEO Forum di JCC Senayan, Jakarta, 24 November 2016. Lalu diulang lagi soal target 20 juta wisman di 2019 dalam forum sosialisasi Tax Amnesty Periode II di Hotel Clarion Makassar, Sulsel, Jumat, 25 November 2016. Berkali-kali presiden focus berbicara dengan tema, itu menunjukkan keseriusannya akan sector pariwisata.

“Sungguh, membangkitkan pariwisata adalah ide yang dahsyat dan revolusioner,” ujar Tung Desem Waringin yang buku karyanya berjudul “Financial Revolution” mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia, MURI, sebagai buku inspirasional pertama dengan penjualan 10.511 buah saat hari pertama diluncurkan tahun 2005.

Tung Desem yakin, jika komitmen orang nomor satu di negeri ini sudah serius dan bulat membesarkan pariwisata, pasti akan terjadi. Karena semua Kementerian, Lembaga dan Instansi terkait pasti akan support.

Industri yang berada di bawahnya, juga akan lebih serius mengembangkan bidang ini, karena arah kebijakan pemerintah sudah pasti, menuju pada pembenahan di sektor pariwisata.

“Data-data yang dipaparkan Pak Menpar Arief Yahya itu sudah sangat jelas. Hanya pariwisata yang trendnya naik, bahkan dibandingkan dengan Minyak dan Gas Bumi (Migas), batu bara dan minyak kelapa sawit, pertumbuhan Pariwisata paling signifikan.

Ketika sumber devisa lain sedang turun, nariwisata naik dan sustainable, maka pilihan mengembangkan pariwisata itu tidak bisa terbantahkan,” kata Tung yang juga sukses dengan buku kedua, berjudul “Marketing Revolution.” Buku yang memecahkan rekor buku pertama –Financial Revolution– dengan laku lebih dari 39.000 unit saat diluncurkan di hari pertama.

Target 20 juta tahun 2019, dari start 9,3 juta di 2014, itu bukan angka sembarangan, kenaikan lebih dari 100 persen. Tung meminjam istilah yang dipopulerkan oleh Albert Einstein, tokoh fisika terbesar pada abad ke-20 yang menciptakan teori relativitas, E (energy) =M (massa) dikali C (kecepatan cahaya)2 itu menyebut, orang yang ingin mengharapkan hasil yang berbeda dengan menggunakan cara yang sama secara terus-menerus itu sama dengan “gila.”

“Kalau mau berubah, orang juga harus berubah! Itu kata-kata Albert Einstein. Pak Menpar Arief Yahya juga sering berkata, hasil yang luar biasa, hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa.

Nah, apa yang ditargetkan 20 juta itu luar biasa, maka harus berubah dari cara yang lama, harus lebih dahsyat, harus lebih revolusioner,” ujar Tung Desem.

Nah, langkah presiden dengan concern di Pariwisata dan diwujudkan dengan komitmen untuk menaikkan budget promosi hingga 4-5 kali itu adalah langkah yang berbeda. Cara yang lain, yang banyak dipikirkan orang, untuk mendapatkan devisa besar, menyerap tenaga kerja banyak, dan sustainable.

Tung juga memuji konsep go digital yang dilakukan Kemenpar RI, dengan mengumpulkan semua excess capacity di industry, baik hotel, penyeberangan, penerbangan, atraksi, restoran, souvenir shop, dan lainnya lalu dibuat program cross selling.

Share

Leave a Comment