Tunggakan Listrik Hampir Rp 8 M


 

Hargo.co.id GORONTALO – Kepedulian masyarakat, pengusaha dan pemerintah untuk membayar lunas tagihan listrik masih perlu untuk ditingkatkan lagi. Pasalnya, hingga saat ini, tunggakan listrik di Gorontalo masih cukup tinggi.

Data diperoleh Gorontalo Post menyebutkan, hingga Oktober 2016, total tunggakan listrik di Gorontalo mencapai Rp 8 Miliar.

Dimana untuk PLN Rayon Kwandang (wilayah Gorontalo Utara) tunggakan sebesar Rp 1,4 Miliar, Rayon Limboto (wilayah Kabupaten Gorontalo) Rp 2 Miliar, Rayon Marisa (wilayah Pohuwatoo-Boalemo) Rp 1,1 Miliar dan Rayon Telaga (wilayah Kota Gorontalo-Kabupaten Bone Bolango) Rp 3,2 Miliar.

Syaiful Djalil, Humas PLN Area Gorontalo saat dikonfirmasi mengatakan, tunggakan listrik ini terjadi disebabkan masih banyaknya pelanggan yang belum melunasi tagihan listrik, diantaranya kantor-kantor pemerintahan, sekolah, rumah dinas pemerintahan dan perusahaan-perusahaan.

“Untuk kantor-kantor yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, kita tidak langsung memutuskan listrik, karena itu bisa menganggu pelayanan. Kami PLN sudah turun ke instansi terkait untuk dicarikan solusi,” ungkap Syaiful.

Syaiful menjelaskan, biasanya, untuk kantor pemerintahan, itu baru akan dibayarkan setiap akhir tahun, mengingat cukup banyak tagihan pembayaran yang mereka harus talangi.

“Kalau di Gorontalo, biasanya instansi pemerintahan itu selalu lunaskan, tetapi nanti sekalian di akhir tahun, seperti kantor-kantor pelayanan, sehingga itu, kami tetap menunggu,” ujarnya.

Syaiful juga menegaskan, dalam menindaklanjuti tunggakan yang ada, PLN Gorontalo juga sering menurunkan tim pemutusan aliran listrik.

“Tidak semua kita beri kebijakan, hanya khusus kantor pelayanan saja yang kita carikan solusinya. Sementara penunggak lain kita putuskan sambungan listriknya, jika menunggak,” tegas Syaiful Djalil.(dan/hargo)

Share

Leave a Comment