Wahai Para Abang Bentor, Wajib Baca Tanggapan Pengusaha Bajaj di Gorontalo

Wahai Para Abang Bentor, Wajib Baca Tanggapan Pengusaha Bajaj di Gorontalo Bajaj di Gorontalo yang mulai beroperasi di taruna remaja kota Gorontalo. (foto Jalal Khan/Gorontalo Post)

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Hadirnya angkutan Bajai di Kota Gorontalo bukan menjadi ancaman bagi eksistensi becak motor (Bentor).

Sebab, sasaran penumpang kendaraan khas dari Negara India itu lebih fokus pada tour wisata. Kehadiran Bajai untuk menunjang prospek pariwisata yang menjadi salah satu sektor unggulan di Gorontalo.

Ekwan Ahmad, salah satu pemilik Bajai di Gorontalo mengungkapkan hal itu ketika ditemui Gorontalo Post, Selasa, (15/11).

“Angkutan kita bukan untuk menyaingi transportasi bentor. Kita justru ingin menghidupkan perekonomian masyarakat Gorontalo. Kita ingin menjadikan Gorontalo menjadi daerah wisata yang banyak dikunjungi masyarakat luar. Dengan adanya Bajai pilihan transportasi tentunya akan semakin menarik dan berwarna,” kata Ekhwan yang memiliki 5 buah bajai itu.

Menurut Ekwan para pengemudi Bajai yang ia pekerjakan merupakan orang-orang yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Mereka juga butuh penghasilan, untuk menghidupi keluarganya.

“Saya tahu gimana perasaan teman-teman pengemudi bentor. Tetapi, saya juga peduli dengan banyaknya angka pengangguran di Gorontalo. Dengan adanya Bajai, akan membuat lapangan pekerjaan baru di Gorontalo. Salahkah jika saya memberikan lapangan kerja bagi masyarakat Gorontalo?,” tutur Ekwan dengan nada bertanya.

Pengusaha yang juga anggota DPRD Kota Gorontalo itu menambahkan, pemerintah Kota Gorontalo harus adil dalam menentukan sikap.

Pasalnya, penolakan pemerintah Kota terhadap kehadiran bajaj perlu dipertanyakan dasar hukumnya.

Jika bentor yang selama ini tak memiliki dasar hukum sebagai angkutan umum layak jalan. Maka alasan bajaj tak terima di Gorontalo seperti apa.

“Secara legal, bajaj mendapatkan pengakuan dari Kementarian Perhubungan sebagai mobil penumpang roda tiga yang layak jalan. Sementara bentor, sejauh ini Perdanya saja tidak ada. Bahkan kementerian perhubungan tak akan memberikan izin bagi bentor sebagai angkutan umum. Mungkin ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah kota. Kalau berbicra untuk penghasilan pengemudi bentor di Gorontalo, maka pengemudi bajaj juga mencari nafkah dari hasil itu,” jelasnya.

Share

Leave a Comment