Warga Limba-Padebuolo Bentrok

Warga Limba-Padebuolo Bentrok Situasi pasca bentrok di Jl. Panjaitan, Kota Gorontalo, Selasa, (29/11) dini hari. Sejumlah warga sekitar terlihat berkerumun guna mengantisi munculnya serangan dari warga Padebuolo secara tiba-tiba. (foto : Istimewa)

Berita Terkait


 

Hargo.co.id GORONTALO – Situasi di Jl. Panjaitan, Kelurahan Limba U-II, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, berubah memanas saat melewati tengah malam, Selasa (29/11).

Warga sekitar terlibat bentrok dengan gerombolan warga yang diduga berasal dari Kelurahan Padebulo, Kecamatan Kota Selatan.

Untung saja, petugas kepolisian cepat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan segera membubarkan warga yang bersitegang itu sehingga insiden tersebut tidak sampai membuat korban berjatuhan.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, ketegangan antara warga Kelurahan Limba U-II dan warga Kelurahan Padebuolo itu berawal dari aksi pengeroyokan Lincon Yahya, warga Padebuolo.

Pemuda berusia 20 tahun itu diduga mendapat perlakuan tidak wajar dari sejumlah warga di kawasan Jl. Panjaitan lantaran ketersinggungan warga dengan ulahnya yang memainkan ekstra gas.

Waktu itu, Lincon berboncengan rekannya menggunakan sepeda motor melintasi salah satu simpang empat, kompleks Dealer Kawasaki Kota Gorontalo. Entah kenapa ketika melintas, Lincon diduga memainkan gas motornya.

Aksi itu pun mengundang reaksi kemarahan warga kompleks. Karena merasa terganggu, mereka menegur Lincon. Namun rupa-rupanya, Lincon yang diduga sudah dalam pengaruh minuman keras (Miras) malah emosi dan balik menantang.

Karena merasa tertantang, sejumlah warga pun bangkit bersama mengeroyok Lincon hingga babak beluar. Karena tak mampu lagi menahan, Lincon segera kabur.

Selang kemudian, ia balik lagi ke TPK bersama rekan-rekannya dari Padebuolo sekira 6 orang. Sementara itu di TKP, rupanya warga pun sudah berjaga-jaga.

Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Beberapa saat kemudian, petugas Polres Gorontalo Kota yang mendapatkan laporan bentrok tersebut tiba di TKP. Petugas berhasil membubarkan warga sebelum bentrok tersebut beranjak lebih parah. Situasi di Jl. Panjaitan pun kembali kondusif.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ronny Yulianto melalui Kasat Reskrim AKP Tumpal Alexander mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya, penyebab bentrok tersebut lantaran pengeroyokan terhadap Lincon yang diawali ketersinggungan warga di Jl. Panjaitan.

Selain itu diduga Lincon menaruh dandam terhadap warga sekitar. Sebab, terungkap sebelum pengeroyokan pada malam itu, ia mengaku pernah dianiyaya oleh warga di kawasan itu saat menjadi suporter sepak Bola di salah satu iven di Lapangan Buladu, Kota Gorontalo.

“Karena kesal maka ia melampiskan kekesalannya itu dengan memainkan gas sepeda motornya, hingga kemudian dikeroyok warga,” ungkapnya.

Tumpal menyampaikan pula, bahwa kasus bentrok ini akan diproses. Untuk sementara, petugas Polres Gorontalo Kota masih akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam kejadian itu.

“Yang terbukti bersalah tentunya akan kita beri sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (tr-49/hargo)

Share

Leave a Comment