Zainuddin Hasan : Syukur Allhamdulillah….


GORONTALO, Hargo.co.id – Calon Gubernur Gorontalo dari pasangan ZIHAD, Zainudin Hasan saat dimintai tanggapannya atas putusan ini menyambut baik putusan PTTUN Makassar tersebut.

Karena dengan keluarnya putusan ini, baik paslon ZIHAD, NKRI maupun HATI bisa fokus bersaing untuk memperebutkan suara rakyat Gorontalo, tanpa harus berpikir soal gugatan-gugatan lagi.

“Syukur alhamdulilah kini ketiga paslon dapat bersaing dengan sehat di Pilgub Gorontalo,” ujarnya.

Zainudin juga meminta kepada seluruh warga Provinsi Gorontalo untuk memilih pemimpin yang terbaik menurut keyakinan dan program kerja dari para paslon itu sendiri.

Sementara itu, soal rencana gugatan pasangan Zainudin Hasan-Adhan Dambea (ZIHAD) terhadap pasangan NKRI dengan materi gugatan yang mempersoalkan kebijakan mutasi yang dilakukan Rusli Habibie-Idris Rahim saat masih menjadi Gubernur-Wakil Gubernur menjelang penetapan paslon, rupanya juga telah terlambat didaftarkan ke PTTUN Makasar.

Meski sebelumnya Adhan Dambea mengaku sudah mengantongi nomor register pendaftaran gugatan di PTTUN.

Hal ini diakui kuasa hukum KPU Provinsi Gorontalo, Salahudin Pakaya. Hal ini ia kemukakan saat ditanyai Gorontalo Post soal kemungkinan adanya gugatan ZIHAD di PTTUN.

“Untuk upaya banding ZIHAD sudah tidak ada, karena mereka terlambat memasukkan berkas banding sebelumnya,” ujarnya.

Kuasa hukum pasangan ZIHAD Bahtin Tomayahu saat dikonfirmasi via seluler terkait hal ini, tak bisa dihubungi.

Seperti diketahui, tiga paslon di Pilgub masing-masing pasangan HATI, NKRI dan ZIHAD sebelumnya mempersoalkan keputusan KPU Provinsi Gorontalo terkait penetapan pasangan calon.

Pasangan HATI menyoroti keputusan KPU meloloskan pasangan NKRI terkait status terpidana Rusli Habibie.

Pasangan yang diusung koalisi PDIP, PPP, Gerindra dan PKB ini juga mempersoalkan lolosnya pasangan ZIHAD karena terkait persoalan ijazah Adhan Dambea. Sementara pasangan NKRI juga mempersoalkan ijazah Adhan Dambea.

Sebaliknya pasangan ZIHAD mempersoalkan status terpidana Rusli Habibie dan kebijakan mutasi pegawai yang dilakukan pasangan NKRI sebagai calon petahana menjelang penetapan pasangan calon.

Namun gugatan dari ketiga pasangan calon ini ditolak oleh Bawaslu. Hingga akhirnya ketiga paslon menyatakan akan mengajukan banding ke PTTUN Makasar. Tapi gugatan pasangan HATI dan ZIHAD terlambat didaftarkan. Sementara gugatan NKRI resmi telah dicabut kemarin. (tr-45/jdm/csr/hargo)

Share

Leave a Comment