11 Pasangan Luar Nikah Terjaring Operasi, Di Kabgor, 7 Siswa Bolos Sekolah Diamankan

11 pasang luar nikah terjaring dalam operasi pekat yang digelar Tim OPS Polda Gorontalo, kemarin, Kamis (7/12) sekitar pukul 13.00 Wita. Insert: Petugas saat menggeledah isi tas salah satu pasangan diluar nikah di salah satu kos-kosan. (Foto: Yudistira/GP).

GORONTALO, Hargo.co.id – Sedikitnya 11 pasang luar nikah terjaring dalam operasi pekat yang digelar Tim OPS Polda Gorontalo, kemarin, Kamis (7/12) sekitar pukul 13.00 Wita. Mereka terjaring dari sejumlah penginapan dan kos-kosan elit di wilayah Kota Gorontalo.

Dari pantauan Gorontalo Post, operasi itu berlangsung sangat cepat dan terkesan diam-diam. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan operasi tidak bocor kepada pihak lain. Tim OPS Polda Gorontalo yang terdiri dari 52 personil gabungan dari beragam satuan Polri dan turut di backup langsung oleh Sat Brimob Polda Gorontalo, dibagi dalam dua tim. Satu tim menuju Kabupaten Gorontalo dan satu tim lagi bertugas di wilayah Kota Gorontalo.

Untuk Kota Gorontalo sendiri, sasaran langsung diarahkan ke sejumlah penginapan yang diduga menjadi lokasi praktek asusila. Alhasil, dari lima penginapan yang ada di Kota Gorontalo itu, polisi berhasil mengamankan 11 pasang diluar nikah. Ironisnya, sebagian besar dari pasangan diluar nikah itu, sudah berumur diatas 30 tahun.

Mereka diduga kuat adalah pasangan selingkuhan yang masing-masing telah berkeluarga. Apalagi saat itu, mereka yang terjaring ini tidak bisa menunjukkan surat tanda bukti pernikahan yang sah.

Ketua Tim Operasi Pekat OPS Polda Gorontalo, AKBP Anastasius Wiyoto mengungkapkan, operasi Pekat Otanaha 2017 adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Polda Gorontalo untuk menekan angka kriminalitas di Kota Gorontalo. “Sasarannya adalah penyakit masyarakat seperti miras, sajam, prostitusi, hingga begal,” tegasnya.

Operasi pekat sendiri akan dilaksanakan selama beberapa hari kedepan. Olehnya, Anastasius menghimbau kepada seluruh warga Gorontalo untuk menjauhi tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan aksi kriminalitas dan mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu, tim dua operasi pekat yang sebelumnya juga melakukan operasi di wilayah Kabupaten Gorontalo, berhasil mengamankan 7 remaja yang berada diluar sekolah. Khawatir para remaja ini akan melakukan pesta miras atau menghirup lem Eha-Bond, mereka langsung diantarkan kembali ke sekolah masing-masing setelah sebelumnya mendapat pembinaan singkat dari pihak kepolisian.

Sementara di Kabupaten Gorontalo, jajaran Polres mulai melakukan operasi pekat sejak Rabu (6/12).
Kabag Ops Polres Gorontalo, Kompol Sugianto Mukadji menyatakan, Operasi Pekat ini untuk memelihara situasi kondusif menjelang Natal dan tahun baru.

Sasaran Operasi Pekat ini, kata Sugianto, umumnya terkait dengan penyakit masyarakat seperti penjual miras, pemilik senpi tanpa izin, pemilik senjata tajam yang bukan peruntukannya, copet, jambret, pelaku pemalakan, pemerasan, PSK, pemakai dan pengedar narkoba dan pelaku perjudian.

“Kami menghimbau agar masyarakat dapat bekerja sama, untuk memelihara situasi tetap kondusif menjelang natal dan tahun baru,” pungkasnya.(tr45/tr-58/hg)

11 Comments on “11 Pasangan Luar Nikah Terjaring Operasi, Di Kabgor, 7 Siswa Bolos Sekolah Diamankan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *