12 Terduga Teror Sarinah Ditangkap

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti (tengah) bersama Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan (kanan) usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai insiden teroris Sarinah di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (16/1/2016). Dalam keterangannya Kapolri mengatakan bahwa kelompok Bahrun Naim diduga berada di balik teror bom di Jalan MH Thamrin pada Kamis (14/1/2016), saat ini polisi telah mengamankan sebanyak 12 orang terduga yang dianggap punya keterkaitan dengan serangan di Thamrin. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Hargo.co.id JAKARTA — Upaya Polri mengejar para pelaku aksi teror di Plaza Sarinah menemui titik terang.

Sabtu(16/1) Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan telah menangkap 12 orang yang diduga terkait dengan aksi teror Plaza Sarinah.

Dalam serangkaian penangkapan di sejumlah daerah itu, Polri menemukan dokumen penting terkait lokasi saran pengeboman berikutnya.

Mantan Kapolda Jatim tersebut mengakui bahwa ada dokumen yang memuat rencana strategi dan lokasi pengeboman yang terkait dengan pelaku teror di Plaza Sarinah. Dokumen tersebut saat ini sedang dipelajari.

”Ya, kami telah menemukannya, lokasi sasaran baru telah diketahui. Tapi, tidak bisa diungkapkan,” jelasnya.

Yang utama, dengan diketahuinya lokasi sasaran baru itu, upaya pengejaran dan pencegahan aksi teror bisa dilakukan lebih masif. Targetnya ada pada kelompok-kelompok radikal yang berkolaborasi bersama dalam aksi teror yang menewaskan dua orang dan melukai 24 orang tersebut.

”Kelompok-kelompok kecil ini berkolaborasi menjadi satu kelompok yang lebih aktif dalam meneror,’ tuturnya ditemui di kantor Divhumas Polri kemarin (16/1).

Kapolri mengkonfirmasi kebenaran adanya kelompok Jamaah Anshor Khilafah Nusantara (JAKN) yang menjadi kelompok tertinggi gabungan dari sejumlah kelompok laiinya. Seperti, Tauhid Wal Jihad, Jamaah Anshor Daulah, Jamaah Islamiyah Mujahidin Indonesia Timur dan Barat. ”Mereka merasa memiliki ideologi yang sama. Ideologinya juga setipe dengan ISIS,” ujarnya. (idr/dim/byu/ndi/hargo)