152 KK Bongo Nol Konsumsi Raskin Oplosan

Sejumlah Warga Desa Bongo Nol Kecamatan Paguyaman menunjukan Beras Miskin (Raskin) Oplosan tidak layak konsumsi, kemarin (6/3). ( Foto Felix Idrus / Gorontalo Post).

Hargo.co.id BOALEMO – Pemerintah dan aparat terkait diminta lebih serius dalam mengawasi dan  menangani persoalan distribusi Beras Miskin (Raskin), pasalnya kasus penyelewengan distribusi beras ini sudah sering terjadi dan merugikan masayarakat. Seperti halnya yang terjadi di Desa Bongo Nol, Kecamatan Paguyaman, Polres Boalemo pada Sabtu (5/3) menemukan  terdapat  sedikitnya  152 Kepala Keluarga (KK) yang menerima beras miskin (Raskin) oplosan yang tidak layak di konsumsi.

Warga pun meminta agar penemuan beras oplosan itu dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagaimana disampaikan Waki Ketua BPD Desa Bongo Nol Waljafar Muda, Minggu (6/3). Disebutkan bahwa, Raskin yang sudah didistribusi kepada pemerintah desa sangat tidak layak konsumsi, karena sudah rusak bahkan busuk.

Sehingganya ada 152 KK yang penerima bantuan beras tersebut tidak bisa mengkonsumsinya. “Sekitar 2 ton lebih beras yang diterima tidal layak dikonsumsi manusia, hanya layak dikonsumsi oleh unggas. Padahal beras itu impor dari negara Vietnam,” ungkap Waljafar, kemarin.

Ia mengendus indikasi adanya semacam mafia beras yang mengoplos beras untuk KK miskin itu sebelum diedarkan. “Ketika diambil masih bagus, tetapi ketika didistribusikan melalui pihak ketiga mendadak beras berubah jadi rusak,” ungkapnya.

Lanjut katanya bahwa setelah terungkapnya kecurangan yang dilakukan oleh pihak ketiga oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) maka kasus ini harus diusut tuntas oleh pihak kepolisian. “Kita masyarakat akan mengawal persoalan ini, kerana sudah merugikan masyarakat itu sendiri.

Apalagi jika barang bukti beras sudah berhasil diamankan polisi sebagai dasar proses hukum,” ungkapnya, didampngi Kepala Dusun Sipatan Raman Bano.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kapolres Boalemo AKBP Jepri Yuniardi,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Leonardo Widharta,SIK membenarkan temuan beras oplosan tersebut. “Memang awalnya Raskin dalam kondisi bagus, kemudian beras dibawa ke satu lokasi di Desa Tiohu Kecamatan Asparaga Kabupaten Boalemo untuk dioplos dengan beras rusak. Hasilnya kemudian didistribuskan kepada masyarakat,” ungkap Kasat, sambil menyebutkan, saat ini Beras oplosan tersebut sudah disita dan diamankan di Mapolsek Paguyaman sekitar 6 ton. Warga pun meminta agar penemuan beras oplosan itu dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.(Tr-30/hargo)