2017, Realisasi KUR Capai Rp 461,5 Miliar

SUMBER: DJPB GORONTALO

GORONTALO Hargo.co.id – Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama 2017 di Provinsi Gorontalo tercatat sebesar Rp 461,5 Miliar. Sektor pedagang besar dan eceran masih mendapatkan porsi yang paling besar diantara sektor ekonomi lainnya. Padahal, pemerintah sejatinya menginginkan kredit berbunga rendah ini dinikmati oleh sektor rill seperti pertanian, peternakan hingga perikanan dengan porsi yang lebih dominan.

Data yang diperoleh Gorontalo Post dari Kanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo, pedagang besar dan eceran menempati porsi yang lebih dominan. Pada 2017 lalu, realisasinya mencapai Rp 278,1 Miliar dengan 14.732 debitur.

Realisasi terbesar kedua diisi oleh sektor pertanian, perburuan dan kehutanan dengan realisasi mencapai Rp 83,2 Miliar dengan 4.604 debitur. Realisasi terbesar ketiga oleh jasa kemasyarakatan, sosial budaya dan hiburan sebesar Rp 26,6 Miliar dengan 1.542 debitur.

Jika dilihat per skema, KUR mikro mendapatkan realisasi terbesar dengan nominal Rp 385,4 Miliar dengan 24.223 debitur. Pada KUR mikro ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi penyalur terbesar dengan realisasi sebesar Rp 374 Miliar dengan 23.660 debitur. Sedangkan KUR ritel terealisasi sebesar Rp 75,5 Miliar dengan 483 debitur dan BRI juga yang menjadi penyalur terbesar dengan realisasi Rp 44,4 Miliar dengan 195 debitur.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penyaluran KUR 2017 menurun. Pada 2016 total penyaluran KUR sebesar Rp 502,3 Miliar dengan 30.306 debitur. Pedagang besar dan eceran lagi-lagi mendapatkan realisasipaling besar yakni Rp 344,05 Miliar dengan 19.982 debitur, disusul sektor pertanian Rp 55,6 Miliar dan 3.780 debitur dan sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi Rp 28,7 Miliar dengan 2.222 debitur, dan industri pengolahan realisasi Rp 22,4 Miliar dengan 1.229 debitur.

Kakanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Ismed Saputra, melalui Kepala Seksi Pembinaan dan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II C, Juanda, mengatakan, berdasarkan hasil survei oleh tim Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo 2017 bahwa responden yang merupakan debitur KUR merasa puas terhadap pelaksanaan program KUR yang sedang berjalan.

Para debitur mengaku bahwa terjadi peningkatan omzet dan profit setelah menggunakan fasilitas KUR. “Oleh karena itu, para debitur berharap agar program KUR terus berjalan, terutama dengan suku bunga yang rendah dimana dengan jumlah plafonnya yang meningkat dan jangka waktunya bisa lebih panjang,” kata Juanda.

Dengan demikian, pembiayaan KUR menjadi jalan bagi UMKM untuk memperoleh akses kredit yang mudah, aman dan terjangkau, “Melalui program ini diharapkan juga dapat berkontribusi bagi penyediaan lapangan kerja yang berdampak pada pengurangan tingkat kemiskinan di Gorontalo,” pungkas Juanda.(axl)