27 Kades, 2.150 Aparat Desa Dilantik Serentak

SUMPAH – Pengambilan sumpah serta pelantikan para kades dan aparat desa se-Kabupaten Gorontalo oleh Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Jumat (24/11). (Itan-HMSKabgor)

LIMBOTO, Hargo.co.id  – Penataan birokrasi terus berjalan di Pemkab Gorontalo. Setelah pejabat eselon II, III dan IV beberapa waktu lalu, kini di tingkat desa.

Sebanyak 27 kepala desa hasil pemilihan desa (pilkades) Oktober lalu resmi dilantik, Jumat (24/11). Pelantikan puluhan kades itu diselenggarakan serempak bersama 2.150 aparatur desa.

Tak beda jauh dengan pelantikan pejabat sebelumnya. Pelantikan 27 kades dan 2.150 aparat desa itu dilaksanakan secara terbuka. Yakni bertempat di halaman rumah dinas bupati Gorontalo. Sehingga pelantikan kades dan ribuan aparatur desa itu bisa disaksikan langsung oleh masyarakat.

“Selain efisiensi, kami ingin menularkan semangat yang sama, dalam membangun desa kepada seluruh aparat, dan tentunya kepada Kepala Desa,” ujar Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo di sela-sela pengambilan sumpah dan pelantikan 27 kades dan 2.150 aparatur desa.

Bagi Nelson, Pilkades tahun ini cukup mengembirakan. Bahkan tergolong Pilkades tersukses. Yakni melahirkan Kepala Desa lewat proses demokrasi yang jujur dan transparan. “Meskipun ada beberapa dinamika, tetapi tidak menimbulkan dampak yang begitu besar,” kata mantan rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) itu.

Deklator Provinsi Gorontalo itupun menekankan, usai mengemban jabatan seluruh Kades secepatnya memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya masing-masing. Sebagai penyelenggara pemerintah di Desa, pembuat program dan melaksanakan program kerja.

Nelson juga berpesan, para Kades menyamaratakan pelayanan kepada seluruh masyarakat.
“Saya tekankan saat ini mereka sudah menjadi milik seluruh rakyat, tidak boleh lagi memilih memilah, tetapi mereka benar-benar melayani semua masyarakat di wilayahnya,” jelas Nelson.

“Saya akan pantau, apalagi jika berbicara bantuan benar-benar diberikan pada orang miskin, jangan yang tidak miskin karena tim suksesnya diberikan anggaran. Tetapi harus benar-benar melayani dengan baik,” tambah pria bergelar Profesor itu.

Dalam melaksanakan program kerja, terutama dalam menggunakan Dana Desa yang begitu besar para Kepala Desa harus mengedepankan kejujuran dan transparansi. Dalam mengawasi pemanfaatan dana desa, Pemkab Gorontalo mengandeng aparat Polres Gorontalo.

Kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding itu, menerkankan peran Bhabinkantibmas sebagai mitra dari pemerintah untuk mengawasai penggunaan dana yang mencapai miliaran rupiah itu.

“Ini (kerjasama) bukan mencari-cari salah, tetapi dalam rangka membuat seluruh Kepala desa was-was, sehingga seluruh kepala desa berbuat yang terbaik, dari proses perencanaan, hingga pelaksanaan dana Desa,” tegas Nelson.

Sementara itu untuk 2.150 aparatur desa yang dilantik, Nelson Pomalingo berharap, bisa menjadi mitra dan membantu kerja Kepal Desa dalam melayani masyarakat.

“Para aparatur yang berkinerja, memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan peningkatan gaji, bahkan berpeluang mendapatkan beasiswa dari pemerintah,” tandasnya.(nat/hg)