Pembangunan Rumah Nelayan Perlu Diawasi, Kades Minta Warga Dilibatkan

Proses Pembangunan Rumah Nelayan Di Kabupaten Pohuwato (Foto Zulkifli Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Kepala Desa Bulili,Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Ato Hamzah menyatakan Proyek Pembangunan Rumah Nelayan yang ada di kabupaten Pohuwato agar diawasi lebih ketat,khususnya oleh pemerintah Provinsi Gorontalo, pasalnya beberapa bahan bangunan yang digunanakan hanya menggunakan bahan yang tidak sesuai dengan spek.

Hal Ini diungkapkan Ato Hamzah usai melihat langsung tahap awal pembangunan tersebut. Menurutnya, pembangunan rumah nelayan ini sangat diapresiasi serta didukung oleh semua pihak. Hanya saja diharapkan agar pengawasan bisa lebih ditingkatkan lagi, khususnya dari Pemprov Gorontalo.

“Alasannya, ada beberapa bahan bangunan yang tak sesuai spek. Misalnya, penggunaan kayu untuk kusen jendela. Penggunaan kayu tersebut dinilai tidak layak, karena tidak sesuai spek yang ada. Ini harusnya diperhatikan oleh pengawas.

Jika belum terlalu paham spesifikasi kayu, kami memiliki spesifikasinya. Jadi silahkan di chek kembali, sehingga pembangunan rumah nelayan ini tidak bermasalah dikemudian hari,” jelasnya.

Pembangunan rumah nelayan ini berlokasi di Desa Bulili, Duhiadaa, Pohuwato. Pantauan Gorontalo Post (group Hargo), puluhan pekerja mulai melakukan aktifitas mereka masing-masing. Ada yang melakukan penimbunan, ada pula yang mempersiapkan besi serta kayu yang akan dipakai.

Selain karena spek kayu yang kurang bagus, Ato hamzah juga berharap agar rekanan dapat melibatkan masyaraklat setempat sebagai pekerja. “Kami berharap agar kiranya masyarakat yang ada di Desa Bulili bisa diikutikan sebagai pekerja, karena sesuai dengan aturan, masyarakat lokal harus dilibatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak rekanan, Syahbudin menyatakan, pihaknya pasti akan melibatkan masyarakat lokal. Oleh karena itu, pihaknya turut berkomunikasi dengan pemerintah desa. Tak hanya itu saja, pelaksanaan pekerjaan ini kata Syahbudin dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada dan ini akan dituntaskan secepatnya.

“Dengan banyaknya pekerja, kami berupaya agar kiranya tiga bulan kedepan pekerjaan pembangunan rumah nelayan ini bisa tuntas. Kami pun berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (kif/hargo)