Air PDAM di Mongolato Keruh dan Berbau

Air keruh PDAM yang ditunjukan salah satu warga Perumahan Altira Permai, Desa Mongolato, Selasa, (26/1). (FOTO : Fahrun/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Masyarakat kawasan Perumahan Altira Permai, Desa Mongolato, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo mulai meluapkan emosi kekesalan terhadap layanan air bersih PDAM.

Pasalnya, telah lebih kurang satu bulan ini, kondisi air PDAM keruh dan berbau.

Akibatnya, masyarakat terpaksa harus menggunakan sumur suntik yang terpasang di salah satu masjid, bahkan sebagian lagi mengaku menggunakan air galon sampai pada kebutuhan memasak dan mencuci piring.

Pantauan Gorontalo Post, Selasa (26/1) kondisi air yang di gunakan sebagian warga di Perum Altira Permai berkabur. Bukan hanya itu, selain kabur seperti becek, airnya pun berbau.

Saat didiamkan di dalam loyang, becek setinggi 1 centimeter terlihat berada di dasar loyang. Inilah yang mengundang keluhan warga. Meski begitu, sebagaian masyarakat perumahan yang lain mengaku tak masalah dengan air PDAM. Airnya bersih-bersih saja.

Menurut Fitrah, salah satu warga setempat mengatakan, layanan Air PDAM merupakan satu-satunya sumber air diandalkan mayoritas masyarakat perumahan Altira. Menurutnya masalah air di PDAM telah beberapa kali mendatangi Kantor PDAM unit Telaga. Namun hingga saat ini kondisi air belum juga ada perubahan.

“Kasihan anak saya baru berumur 6 bulan. Kalau gunakan air keruh itu takutnya bisa mengganggu kesehatannya,” kata Fitrah.

Senada dengan Fitrah, Ainun, warga yang mengatakan jika air mengeruh, dirinya terpaksa menggunakan air galon isi ulang untuk keperlua sehari-hari. “So satu bulan saya ini cuman jaga ba pake air galon lantaran air kran di rumah depe air kabur. Tidak bole ba masa akang,” ungkap Ainun.

Ketika dikonfirmasi Kepala Unit Telaga PDAM Rudi Hunta, tak mengelak tentang kondisi tersebut.

“Memang saat ini masyarakat perumahan yang ada di Mongolato sering mendatangi dan mengeluhkan kondisi air. Karena itu kini kita tengah melakukan pencucian pipa dengan melepaskan meteran air pelanggan sampai dengan air bersih keluar,” kata Rudi.

Menurut Rudi, tempat pembuangan air yang ada di jalur perumahan Altira Permai sudah tak bisa difungsikan lagi. Sebab sudah tertimbun tumpukan pasir.

Rudi juga menambahkan, penyebab air menjadi keruh lantaran adanya pemadaman listrik sehingga pompa tak bisa beroperasi secara normal. PDAM terpaksa menggunakan daya listrik sendiri.

“Nah, ketika listrik kembali menyala, operasi pompa langsung meningkat tiba-tiba sehingga endapan yang terbawa air PDAM langsung terbongkar. Mereka pelanggan yang berada dibagian ujung pipa biasanya airnya keruh,” terangnya. (tr-48/hargo)