Akibat Miras, Opa Luka 9 Jahitan

Kerel Yasin Opa asal Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo saat melaporkan ulah PN yang telah melemparinya denga batu saat melintas di Jl. Trans Sulawesi, Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Senin, (22/2). (FOTO : Fahrun/GP)

Hargo.co.id, GORONTALO – Karel Yasin, warga Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo jatuh terseret bersama sepeda motornya saat melintas di Jl. Trans Sulawesi, Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Minggu, (21/2) pukul 22.00 WITA. Ia kehilangan kendali setelah sebuah batu telak menghantam kaki kirinya.

Padahal kali itu, ia lagi buru-buru karena mendapat infomasi ada salah satu anggota keluarganya yang meninggal dunia. Diduga batu yang mengenai Karel tersebut sengaja dilempar warga Desa Iloponu insial PN.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, saat itu Karel baru saja balik dari memancing di wilayah Gentuma, Gorontao Utara (Gorut). Saat itu Karel bersama saudaranya Burhan yang menggunakan sepeda motor sendiri.

Saat berada di Jl. Tran Iloponu, tiba-tiba saja, PN dan salah satu pria yang tak dikenal dengan sepeda motornya mencoba menghalang-halangi sepeda motor Karel. Tak lama kemudian, PN diduga melempari Karel dengan batu. Batu tersebut mengenai kaki kiri Karel hingga membuatnya terjatuh, kemudian terseret di aspal jalan.

Sesaat kemudian, warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut berbondong-bodong memadati TKP dan langsung melarikan Karel ke Puskesmas Tibawa. Atas kejadian ini Karel mengalami luka robek 9 jahitan dibagian kaki, serta luka lecet bagian tangan dan kaki.

“Saya sok mendengar informasi keluarga saya meninggal. Buru-buru saya balik dari memancing di wilayah Gentuma, Gorut. Setelah saya melintas di Desa Iloponu saya dilempar oleh PN,” kata Karel, ketika diwawancarai Gorontalo Post di Polsek Tibawa. “Saudara saya Burhan melihat kejadian itu. Karena ia berada di belakang saya dengan sepeda motornya,” sambungnya.

Sementara itu Burhan Yasin mengatakan, setelah kakaknya itu terjatuh, ia berupaya untuk mengejar para pelaku. Namun, setelah berhadapan dengan para pelaku Burhan tak kuasa melawan, karena para pelaku semakin beringas dan mencoba menyerangnya pula dengan batu.

“Mereka berteriak-teriak saat saya tanya alasan mengapa mereka melempari kakak saya. Saya jadi takut, jadi langsung kembali,” ceritanya.

Kapolsek Tibawa IPTU Junus Daud mengatakan, saat ini laporan korban tengah diproses untuk dilakukan penyelidikan. Para saksi yang mengetahui kejadian akan dipanggil untuk dimintai keterangan, termasuk para terlapor. “Barang bukti (Babuk) berupa batu yang digunakan terlapor untuk melempari korban sudah kita amankan.

Diduga para pelaku nekat melempari korban karena telah dipengaruhi oleh Minuman Keras (Miras),” pungkasnya. (tr-48/hargo)