Akses Sulit, Wonosari Terancam Terisolir

0

Hargo.co.id Gorontalo – Kecamatan Wonosari yang merupakan pemekaran kecamatan Paguyaman saat ini nyaris sulit untuk dijangkau. Hal itu karena akses menuju kecamatan dengan sebagian besar peduduknya adalah warga transmigrasi tersebut telah rusak parah.

Seperti diketahui, saat ini terdapat dua pintu masuk menuju lokasi Kecamatan Wonosari yakni melalui pintu jalur timur yakni melalui Desa Diloato Kecamatan Paguyaman dan melalui pintu jalur selatan yang melintasi Desa Bongo Nol dan Desa Batu Kramat, Kecamatan Paguyaman.

Pantaua Gorontalo Post, kedua jalur masuk tersebut saat ini sulit diakses. Seperti misalnya jalur Bongo I-Diloato yang merupakan jalur masuk arah timur yang kondisi akses sepanjang kurang lebih 5 kilometer tengah rusak parah.

Sementara itu, untuk akses masuk melalui arah selatan, memang dari segi infrastruktur jalannya terlihat cukup mulus. Hanya saja, salah satu plat duicker di Desa Batu Kramat mengalami kerusakan parah dan hanya aman jika dilalui oleh kendaraan roda dua.

Untuk kendaraan roda empat, bisa melintasi namun harus ekstra hati hati, karena plat duicker yang rusak menyisakan kubangan yang hanya dihubungkan oleh jembatan darurat yang dari batangan kayu yang sangat mengkhawatirkan. Di lokasi kerusakan duicker ini juga, terlihat masyarakat nampak berjaga untuk mengarahkan kendaraan agar tidak terperosok pada kubangan bekas plat duicker.

Kondisi ini pun selain menimbulkan ketidak nyamanan masyarakat, juga sudah sering diwanti-wanti oleh kalangan Aleg DPRD Kabupaten Boalemo.

Djafar Latif Kilo, yang merupakan salah satu Aleg bahkan sempat mewarning pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum agar se segara mungkin bisa menyediakan anggaran untuk perbaikan akses menuju kecamatan Wonosari tersebut. “Kasihan masyarakat Wonosari sehari hari harus berkutat dengan akses yang buruk,” tandas Djafar.(gip/hg)