Anomali Cuaca, Petani Jagung Meradang

0
Capt : Kondisi jagung yang kerdil di Desa Batu Kramat Kecamatan Wonosari kemarin (24/1). ( Foto Felix Idrus / Gorontalo Post/hargo).

hargo.co.id TILAMUTA – Bisa dipastikan produksi jagung untuk musim tanam kali ini akan menurun dibanding tahun sebelumnya. Sebab, diprediksi kuat sebagian besar petani jagung mengalami gagal panen akibat situasi anomali cuaca dengan curah hujan yang tidak normal di wilayah Boalemo.

Berdasarkan pantauan (Gorontalo Post/hargo.co.id) kemarin (24/1) sekira pukul 10.00 wita nampak kondisi tanaman jagung milik masyarakat kerdil bahkan sebagian sudah mati, hal itu menjadi ancaman bagi para petani di musim ini. Disebutkan, akan mengalami penurunan hasil panen yang cukup drastis dari tahun sebelumnya.

Sebagimana diungkapkan Rahman Adida bahwa akibat musim kemarau yang melanda beberapa pekan kemarin membuat tanaman jagung menjadi kerdil bahkan sebagian besar tidak berbuah, dengan demikian maka hal itu akan berpengaruh terhadap hasil pertanian nanti.

“Jadi kita sangat merugi, disisi lain kami petani sudah mengelurkan dana yang besar mencapai 3-4 juta dalam sekali penan, lantas hasilnya tidak sebanding dengan pengeluaran petani,” pungkasnya.

Lanjut katanya bahwa saat ini rata – rata umur jagung milik petani sudah mencapai 1-3 bulan, sehingga sebagian besar sudah berbuah, akan tetapi kondisinya sudah sangat meprihatinkan.(Tr-30/hargo)