Antisipasi Gangguan Arus Mudik, PUPR Tangani Banjir Rob di Semarang

0
Menteri PUPR, M Basuki Hadimuljono melihat pembangunan penanganan banjir Rob di Semarang (Istimewa for JawaPos.com)

Hargo.co.id –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  sigap menangani  banjir rob pada sepanjang ruas jalan Pantura di Semarang, mulai dari Kaligawe hingga Genuk.

Langkan ini dilakukan  sekaligus untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2017. Banjir rob ditandai dengan masuknya air laut yang pasang menggenangi daratan.

“Lebaran tahun lalu masih kena rob besar. Kami  atasi  dengan  mendatangkan lebih dari 10 pompa, baik pompa mobile maupun permanen. Tanggul Sringin bahkan sempat dijebol masyarakat karena dianggap menjadi  sumber banjir kawasan tersebut dan sekitarnya,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangannya di Semarang, Sabtu (17/6).

Oleh karenanya Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana – Ditjen Sumber Daya Air berupaya keras untuk menyelesaikan sistem penanggulangan banjir Kota Semarang dengan membangun 5 polder.

Bila  tahun lalu telah diselesaikan Polder Banger sehingga Pelabuhan Semarang hingga Semarang tengah bisa relatif tertangani.  Tahun ini dikerjakan Polder Sringin dengan tanggul dari Kali Tenggang ke Sringin, hingga nantinya mencapai Kali Babon.

“Polder Sringin dilengkapi pompa, untuk melindungi jalan nasional yang sebelumnya tidak pernah kering dan rusak terus akibat banjir rob,” jelasnya.

Ditambahkannya bila terjadi banjir akibat hujan di selatan Semarang dan sudah diantisipasi dengan disiagakannya pompa.

Anggaran yang digunakan untuk pembangunan tahap 1 Polder Sringin, serta normalisasi sejumlah kali sebesar Rp 210 miliar dan akan dilanjutkan tahap 2 dengan anggaran Rp 255 miliar sehingga total Rp 465 miliar.

Pembangunan Polder Sringin juga dilengkapi dengan pembangunan tanggul sepanjang 2,2 km yang ditargetkan rampung akhir 2018.

“Dibangunnya Polder Sringin dan tanggul, dampaknya sudah bisa kita lihat jalan nasional dan Terminal Terboyo sudah kering,” pungkasnya.(hg/nas/JPG)

TINGGALKAN BALASAN