Antrian Panjang, Warga Bingung Bayar Denda Tilang

Antrian warga di kantor Kejari Limboto yang akan membayar denda tilang.

Hargo.co.id Gorontalo – Sejumlah warga mengeluhkan pengambilan barang bukti sitaan dari sebagian besar hasil operasi Zebra, beberapa waktu lalu. Warga menilai tahapan pengambilan barang bukti sitaan dan pembayaran denda tilang terkesan membingungkan tak seperti apa yang mereka bayangkan.

Dari data yang diperoleh Gorontalo Post di Kejaksaan Negeri (Kejari) Limboto, sedikitnya ada 593 orang yang mengantri untuk membayar denda tilang, kemarin, Jumat (24/11). Beberapa warga diantaranya mengeluhkan sistem pengambilan barang bukti sitaan dan pembayaran denda karena dirasakan tidak efisien.

Pasalnya, mereka diharuskan datang ke Pengadilan Negeri hanya untuk melihat nama-nama yang terkena tilang. Setelah itu, baru diarahkan menuju kejaksaan untuk melakukan pembayaran denda. Beberapa warga juga mengaku belum mengerti bagaimana prosedur dan jenis-jenis pelanggaran yang dilakukan.

Amir (35) salah satu warga yang mengaku harus bolak balik dari pengadilan dan kejaksaan hanya untuk mengambil STNK yang ditahan saat dirinya terjaring operasi zebra, beberapa waktu lalu. “Saya kan tidak tau bagaimana prosedurnya, jadi pas saya ke pengadilan, saya malah disuruh ke kejaksaan untuk menebusnya disana,” keluhnya.

Lain halnya dengan Udin (29) mengaku dirinya tak tahu lagi harus berbuat apa. Pasalnya dirinya tak mendapati namanya di papan pengumuman. “Bagaimana saya mau menebus SIM saya, sedangkan nama saya tidak ada di lembaran informasi,” ujar Udin.

Salah seorang Jaksa yang menerima pembayaran denda tilang, Mika Dewiyanti Putri, mengatakan, pihaknya hanya bertugas untuk menerima pembayaran dan memberikan barang bukti sitaan kepada pelanggar yang sudah membayar denda. Total keseluruhannya mencapai 593 orang.

“Hari ini yang paling tinggi dari sebelumnya, mungkin dikarenakan kemarin ada operasi zebra sehingga yang terjaring juga banyak,” singkatnya.(tr-56/hg)