Asrama Oke, Embarkasi Haji Gorontalo Tinggal Selangkah

Peresmian Gedung Asrama Haji yang baru, Balai Nikah dan Manasik Haji ditandai dengan Penandatangan Prasasti oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin disaksikan Wagub Gorontalo, Idris Rahim dan Kakanwil Kemenag Prov. Gorontalo, Rusman Langke. (Foto Natha/Gorontalo Post)

GORONTALO, hargo.co.id –  Perlahan namun pasti. Tekad Provinsi Gorontalo menjadi embarkasi haji penuh makin mendekati kenyataan.

Sarana, prasarana maupun fasilitas penunjang pelaksanaan embarkasi haji terus dipenuhi. Kemarin (12/10), Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin meresmikan pemanfaatan gedung baru asrama haji Provinsi Gorontalo.

Gedung baru asrama haji yang berjumlah 120 kamar itu telah memenuhi standar kelayakan dan sangat representatif. Selain memiliki fasilitas setara hotel bintang 3, asrama haji yang dibangun bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut, menjadi salah satu syarat pemenuhan embarkasi haji.

Dengan diresmikannya gedung baru asrama haji maka bukan hanya kapasitas saja yang bertambah. Tetapi kenyamanan asrama haji Gorontalo juga semakin baik.

Sekadar informasi kapasitas (daya tampung) asrama haji Provinsi Gorontalo saat ini berkisar 450-500 orang. Atau satu kelompok terbang (kloter) penuh. Para jamaah calon haji yang menginap di asrama haji dibagi per kamar. Setiap kamar ditempati 2-3 orang.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin yang ditemui usai peresmian asrama haji mengemukakan, sarana asrama haji beserta fasilitas yang ada merupakan salah satu syarat untuk penyelenggaraan embarkasi haji. Karena itu, Lukman Hakim Saifuddin merasa sangat bersyukur asrama haji Gorontalo semakin bagus.

“Kami perlu syukuri asrama haji Gorontalo ini semakin bagus, semakin representatif, kapasitasnya semakin besar. Sehingga kualitas pelayanannya kepada jamaah akan semakin bagus untuk pelaksanaan ibadah haji di waktu mendatang,” ujar Lukman Hakim.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Gorontalo yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan asrama haji yang begitu bagus ini,” sambung Anggota DPR RI tiga periode (1999-2014) itu.

Terkait dengan pelaksanaan embarkasi haji, Provinsi Gorontalo cukup potensial menjadi embarkasi haji. Mengingat di wilayah Indonesia Timur baru ada dua embarkasi haji. Yakni Embarkasi Haji Makassar, Sulawesi Selatan dan Embarkasi Haji Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Karena itu, Lukman Hakim Saifuddin menekankan agar kesiapan sarana, prasana untuk penyelenggaraan embarkasi haji dipersiapkan secara matang. Termasuk fasilitas pendukung dan sumber daya manusia (SDM) pelaksana embarkasi haji.

“Tidak hanya asrama haji dengan kecukupan fasilitas di dalamnya. Kesiapan bandara juga tak kalah penting untuk menampung ribuah jamaah yang berhaji,” kata Lukman Hakim menekankan.

Menurut Lukman Hakim, pemenuhan syarat pelaksanaan embarkasi haji tidak hanya menjadi peran dari Kementerian Agama semata. Tetapi membutuhkan koordinasi dan keterpaduan kementerian/lembaga terkait. Seperti Kementerian Perhubungan, pihak maskapai, PT Angkasa Pura dan lembaga/instansi lain yang berkaitan. Termasuk pemerintah daerah dalam penyiapan anggaran,” urai Lukman Hakim.

Lebih lanjut Lukman Hakim menegaskan, Kemenag akan melakukan pemetaan dan efisiensi terhadap seluruh embarkasi yang ada. Langkah itu untuk efisiensi penerbanan seluruh jamaah haji Indonesia yang berangkat dari berbagai titik di tanah air.

“Lebih efisien itu artinya harus dihitung segala sesuatunya, jangan sampai daerah ingin membuat embarkasi penuh, namun menjadi beban daerah itu sendiri karena harus menyiapkan APBD dan segala sesuatu untuk keperluan. Sehingga membuat hak-hak dari jamaah haji itu terabaikan. Jadi semuanya harus dipersiapkan secara matang dan komprehensif,” jelas pria kelahiran Jakarta 54 tahun silam itu.

Sebelumnya Gubernur Gorontalo Rusli Habibie telah meyakinkan kepada Menteri Perhubungan terkait rencana penambahan panjang landasan pacu pesawat di Bandara Djalaluddin Gorontalo, agar bisa menjadi bandara embarkasi haji penuh.

“Banyak hal yang saya sampaikan ke Menteri Perhubungan, salah satunya adalah usulan penambahan panjang landasan pacu,” kata Rusli, Jumat (14 Juli 2017 lalu.

Menurutnya, pemerintah telah menyerahkan aset berupa hibah lahan dengan luas sekitar 81 Hektare (Ha) di areal bandara Djalaluddin, karena saat ini panjang landasan pacu sekitar 2.500 meter.

“Panjang landasan pacunya perlu ditambah sekitar 500 meter lagi, termasuk lebarnya sehingga berharap menjadi embarkasi haji penuh, termasuk lebarnya serta fasilitas lainya,” ujarnya. (ndi/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →