Astaga…Kendalikan Bisnis Narkoba dari balik Jeruji Penjara, Handphone Jadi Kunci Utama

Ilustrasi (Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Terungkapnya empat nara pidana (napi) yang diduga jaringan pengedar narkoba dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gorontalo, merupakan bagian kecil dari beragam dan kompleksnya permasalahan di Lapas. Terutama menyangkut persoalan peredaran gelap narkoba. Tak hanya di Gorontalo, permasalahan dan tantangan tersebut dihadapi hampir semua lapas di tanah air.

Sebagai titik akhir penegakan hukum, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sepatutnya menjadi tempat penggelembengan sekaligus efek jera bagi pelaku kejahatan. Hanya saja harapan itu belum sepenuhnya terwujud. Khususnya untuk kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Sejauh ini, penghukuman para pengedar narkoba di lapas belum berbanding signifikan dengan penurunan peredaran/penyalahgunaan narkoba. Malah sebaliknya, Lapas justru dipandang sebagai tempat yang ‘aman’ untuk menjalankan dan mengendalikan peredaran lapas. Entah karena lemahnya pengawasan sehingga para pengedar yang berstatus napi ini justru dengan leluasa melakukakn transaksi dari dalam Lapas itu sendiri.