Atiolo.!!! Hutan di Pohuwato Mulai Rusak

Capt : Aktifitas pertambangan di Kecamatan Dengilo yang meresahkan masyarakat. (F. Zulkifli Tampolo/ Gorontalo Post)

Dampak Tambang Illegal yang Seolah Dilegalkan

hargo.co.id MARISA – Kondisi lingkungan di Pohuwato kian memprihatinkan. Jika beberapa tahun lalu, ribuan hektar mangrove rusak, kini wilayah hutam mulai dirambah. Ini dapat dilihat di Kecamatan Dengilo yang mana sudah merihatinkan akibat tambang illegal.

Hasil liputan Gorontalo Post(hargo.co.id), hutan tersebut gundul akibat adanya aktifitas pertambangan illegal serta aktifitas alat berat di lokasi. Desa Karya Baru misalnya, kini sudah sangat memprihatinkan, karena sudah sangat gundul dan dikhawatirkan bisa berimbas kepada masyarakat.
Menurut Jufri Amrain, salah seorang Paguwat, perusakan hutan seperti ini harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Jika dibiarkan, maka yang akan terkena imbas adalah masyarakat. Apalagi saat ini mulai musim hujan, dikhawatirkan akan terjadi banjir bandang dan juga longsor. “Oleh karena itu, diharapkan agar kiranya pemerintah daerah bisa menindak tegas hal ini. Kami berharap ada penertiban. Jangan sampai bencana datang terlebih dahulu baru kita mengambil langkah penanggulangan.

Ini akan menimbulkan kesan bahwa aktifitas tambang illegal justru dilegalkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala BLH Hamka Nento yang diwawancarai terpisah menyatakan, itu memang tidak ada izin. Bahkan pihaknya telah turun lapangan dan mengingatkan serta menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melanjutkan lagi aktifitas di lokasi tersebut.

“Kami sudah meminta agar semuanya tidak melakukan aktifitas lagi. Bahkan hal ini telah kami laporkan kepada Penjabup serta SKPD terkait lainnya untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (kif/hargo)