Awal Tahun, NTP Gorontalo Turun 1,40 Persen, Inflasi Perdesaan 1,44 Persen

Pada Januari 2018 rata-rata nilai tukar petani di Provinsi Gorontalo mengalami kekurangan indeks, terkecuali subsektor hortikultura.

GORONTALO, Hargo.co.id – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo pada Januari 2018 tercatat sebesar 103,91 persen, turun 1,40 persen jika dibandingkan bulan Desember 2017. Dari lima subsektor, hanya hortikultura yang mengalami kenaikan indeks, yakni 0,57 persen.

“Untuk subsektor hortikultura, terjadi kenaikan indeks terima sebesar 1,90 persen karena naiknya harga kelompok sayur-sayuran 2,28 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu cabai rawit, bawang merah, tomat dan jahe,” Kabid Statistik Distribusi, Abdul Asman, dalam press conference di kantornya, Kamis (1/2).

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor tanaman pangan terkoreksi mengalami penurunan sebesar -1,69 persen, perkebunan -3,28 persen, peternakan -0,87 persen dan perikanan -1,10 persen dimana didalamnya ada perikanan tangkap turun -1,20 persen dan perikanan budidaya -0,73 persen.

“Tapi, walaupun mengalami penurunan, secara umum NTP di Provinsi Gorontalo masih diatas 100. Itu artinya, para petani masih mendapatkan hasilnya,” ungkap Abdul Asman.

Dia merinci, pada Januari 2018 tercatat NTP pada subsektor tanaman pangan sebesar 108,75 persen, hortikultura sebesar 107,29 persen, tanaman perkebunan rakyat 100,50 persen, perikanan 100.11 persen dan perkebunan rakyat sebesar 99,59 persen.

Menurutnya, penurunan NTP pada Januari 2018 juga turut disebabkan terjadinya inflasi di wilayah perdesaan. Tercatat, inflasi di wilayah perdesaan selama bulan Januari 2018 sebesar 1,44 persen. Terjadinya inflasi perdesaan, kata Asman, terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 7 kelompok pengeluaran.

Selain itu pula, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Provinsi Gorontalo pada Januari 2018 juga mengalami penurunan sebesar -0,41 persen. NTUP turun karena turunnya NTUP pada 3 subsektor yakni tanaman pangan sebesar -0,78 persen, tanaman perkebunan rakyat -2,07 persen dan perikanan 0,92 persen.(axl/hg)