Ayo Hentikan Dominasi Thailand

PASTI BISA: Para pemain Indonesia bertekad merebut tiket final saat kontra Thailand di semifinal yang digelar Jumat sore (15/9). (Dika Kawengian/Jawa Pos)

Hargo.co.id – Selangkah lagi timnas U-19 Indonesia akan mencapai final kali kedua pada Piala AFF U-18. Tentu saja tidak akan mudah. Sebab, tantangannya adalah mengalahkan Thailand dalam semifinal Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwunna, Yangon, Jumat sore (15/9) ini.

Dalam dua tahun terakhir, Thailand selalu mencapai final. Pada 2015, mereka menjadi juara dengan mengalahkan Vietnam. Lalu, pada 2016, mereka kalah oleh Australia. Total sudah empat kali Thailand menjuarai event yang dahulu bernama Piala AFF U-19 itu. Terbanyak di antara tim Asia Tenggara.

Namun, Indonesia tidak perlu panik dan kurang percaya diri di hadapan Thailand. Sebab, selama fase grup, tim asuhan Indra Sjafri itu menunjukkan performa yang menjanjikan. Mereka menjadi tim paling produktif di depan gawang lawan dengan menyarangkan 19 gol di grup B.

Status tim paling produktif itu diraih berkat menang besar dalam dua laga. Rachmat Irianto dkk menghajar Filipina 9-0 (7/9) dan Brunei Darussalam 8-0 (13/9). Namun, keduanya memang tergolong tim level bawah yang memang menjadi lumbung gol di grup B.

Tapi, catatan apik tentang produktiftas gol itu juga menunjukkan Indonesia memiliki banyak alternatif di lini serang yang piawai mengoyak gawang lawan. Di garda terdepan terdapat Hanis Saghara Putra atau M. Rafli Mursalim. Pemain sayap pun punya kecepatan tinggi, yakni Feby Eka Putra dan Saddil Ramdani. Egy Maulana Vikri yang menjadi top scorer tim juga serbabisa. Karena itu, ayo hentikan dominasi Thailand.

Tentu tugas yang tidak mudah. Sebab, saat Indonesia punya daya serang dahsyat, Thailand memiliki pertahanan solid. Skuad asuhan Marc Alavedra Palacios itu hanya kebobolan dua gol dalam lima laga. Tim paling sedikit kebobolan. Dua gol yang bersarang di gawang mereka itu terjadi kala menang 2-1 atas Laos (6/9) dan imbang 1-1 dengan Malaysia (12/9).

Tapi, peluang menang tetap sangat besar. ’’Saya tidak ingin berbicara tentang kekuatan Thailand. Kami harus menghormati tim lawan. Yang jelas, jajaran pelatih dan pemain sudah berdiskusi tentang permainan lawan,’’ kata pelatih timnas U-19 Indonesia Indra Sjafri.

Meski waktu istirahat mepet, Indra tetap percaya diri bisa menang dan merebut tiket final. Kondisi semua pemainnya pun kini tengah bagus. Jajaran pelatih telah berusaha membuat para pemain recovery dengan lebih cepat. ’’Kami ingin semua pemain bisa mencapai kondisi terbaik. Laga nanti kami harus siap, secara taktikal, fisik, kebugaran, dan mental. Mental pemain saya selalu tekankan ini agar selalu percaya diri, fokus, serta optimistis,’’ terang juru taktik berusia 54 tahun itu.

Urusan lini depan, tampaknya, akan menjadi yang paling dia pertimbangkan. Dalam tiga laga awal, pelatih asal Sumatera Barat itu selalu menurunkan Hanis Saghara Putra sejak menit pertama. Baru pada pertandingan terakhir melawan Brunei (13/9), giliran M. Rafli Mursalim yang mendapat kesempatan sebagai starter.

Di sisi lain, pelatih Thailand Marc Palacios ogah berkomentar banyak soal Indonesia. Meskipum, dia menyebut tim Indonesia sebagai salah satu tim kuat. ’’Mereka ingin mencetak banyak gol. Pemain sayap mereka juga punya kecepatan. Tetapi, kami punya jeda istirahat (sehari, Red) lebih banyak. Jadi, kami seharusnya lebih punya kesempatan untuk memenangkan semifinal,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Palacios menegaskan bahwa status runner-up grup A yang disandang timnya bakal menjadi pelecut semangat. Di babak ini semua tim punya kesempatan yang sama untuk memenangi pertandingan.

’’Di semifinal, tidak ada masalah siapa yang dihadapi. Kami harus bekerja keras karena setiap tim yang tampil di babak ini adalah tim kuat. Jadi, kami harus mempersiapkan tim terbaik, bermain maksimal, dan memenangkan pertandingan,’’ tambahnya.

(dit/c4/ham)