Bangunan Ambrol, Brankas ATM Berisi Rp 196.550.000 Masuk Jurang

MASUK JURANG: Bangunan ATM BNI yang berisi brankas di Hotel Puri Saron, Jalan Gatsu Barat, Denpasar, amblas, Minggu (17/12). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Hargo.co.id, DENPASAR РTingginya curah hujan yang mengguyur Kota Denpasar sejak dua hari lalu tak hanya menimbulkan banjir dimana-mana. Pasalnya, curah hujan yang tinggi tersebut turut menyebabkan bangunan berukuran 1,5 X 4 meter yang merupakan ATM Bank BNI dan Pos Satpam di halaman timur Hotel Puri Saron, Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, amblas pada, Minggu (17/12).

Amblasnya bangunan tersebut diduga karena tingginya kandungan air tanah akbita hujan lebat yang melanda. Akibatnya tanah penyangga bangunan merembes dan membuat beton penyangga tidak kuat menahan beratnya tananh bercampur air. Ditambah lagi kondisi bangunan tanpa penyangga dan berada lebih tinggi.

Bangunan yang berdampingan dengan hotel itu diketahui sebelumnya memang sudah miring ke belakang sebelah timur sejak hujan deras semalam penuh pada, Jumat (15/12) malam. Saat Minggu siang, kondisi bangunan ATM dan Pos Satpam yang berada dalam satu atap akan diperbaiki oleh tiga orang tukang agar tidak terlanjur amblas dan membahayakan pengguna ATM.

Namun, ketiga tukang tersebut baru membongkar beberapa keramik dan paving yang rencananya akan dilakukan penguatan pada beton penyangga. Lantaran sudah jam makan siang, sekitar pukul 12.05 Wita, ketiga tukang tersebut meninggalkan pekerjaan mereka untuk sementara waktu.

Nah, baru ditinggalkan beberapa menit ke belakang hotel, tiba-tiba seorang warga berteriak mengatakan bangunan tersebut sudah roboh. Tukang dan satpam yang berjaga saat itu langsung keluar melihat situasi tersebut dan mendapati bangunan tersebut sudah berada dibawah hotel yang ketinggiannya sekitar 5 meter sebelah timur hotel. Bangunan tersebut berisikan brangkas ATM Bank BNI. Sedangkan di dalam pos satpam hanya berisikan meja, galon air, buku laporan dan lampu flash stick lalu lintas.

Warga juga terlihat berhamburan melihat kejadian itu dari dekat. “Memang keadaan bangunan tadi sudah miring. Karena sudah merosot, ya saya diminta untuk memperbaiki agar menguatkan pondasinya biar tidak semakin roboh. Baru ditinggal ada sekitar lima menit, ada yang teriak-teriak katanya bangunannya roboh. Padahal saya baru buka beberapa keramik saja,” kata Yudi, 38, salah satu tukang yang bekerja di sana.

Memang, kata Yudi, bangunan tersebut harus segera diperbaiki apalagi ada mesin ATM. Tapi, ia bersama dua rekannya memulai dengan membuka lantai bangunan paling selatan. Namun, ternyata sebelum selesai diperbaiki bangunan sudah ambles duluan.

“Ya kami berhenti bekerja. Katanya warga tadi bilang, sebelum jatuh memang ada bunyi kroek seperti patahan kayu dan kaca. Dan ternyata bangunannya sudah jatuh,” tambahnya.

Sedangkan salah satu satpam yang berjaga saat itu I Gusti Agung Ngurah Arnawa, 45, membenarkan memang bangunan tersebut sudah miring sejak hujan melanda kawasan Denpasar Jumat lalu. Sebelumnya bahkan pemilik hotel I Made Putra Suartana, 60, juga dikatakan sempat melihat kondisi bangunan tersebut. “Sudah sempat dilihat sama bos. Bahkan, Bos saya langsung mendatangkan tukang yang rencananya diperbaiki sekarang. Padahal cuacanya hanya mendung, karena mungkin tanah terlalu lembek ya akhirnya ambles,” kata Arnawa.

Arnawa menambahkan, beruntungnya saat amblas dirinya sedang melakukan pengecekan CCTV di dalam hotel setelah selesai makan siang. “Untungnya saya berada di ruang CCTV saat itu, dan beruntung juga tidak ada warga yang berada di dalam ATM. Bos saya kebetulan tidak ada di sini juga sekarang, kami lakukan penutulan dengan seng dulu untuk sementara,” kata Arnawa.

Untuk kerugian kata Arnawa hingga saat ini pihaknya belum mengecek kerugian yang dialami oleh hotel tersebut. Namun yang pastinya kata Arnawa, saat ini yang perlu diselamatkan adalah brangkas ATM. “ATM katanya mau diangkat sekarang sama banknya. Soalnya kan berisi uang di sana,” tambahnya.

Dari pantauan, pihak BNI mengerahkan alat berat untuk mengangkat mesin ATM agar bisa mengecek kondisi fisiknya. Bahkan, pihak hotel juga menutup kawasan yang amblas tersebut menggunakan seng agar tidak mengganggu pemandangan. Baik dari sisi jalan Gatsu maupun tempat parkir Hotel.

Sementara pihak Pimpinan Bank BNI Cabang Denpasar, Mistaqiem, saat dikonfirmasi mengatakan ATM yang berada di ruang bangunan yang berukuran sekitar 2 x 2,5 meter tersebut kondisi fisiknya saat diangkat masih terlihat baik. Namun kata Mustaqiem, pihaknya masih belum memeriksa kondisi dalam ATM.

Jika memang kondisinya masih bisa digunakan dan tidak ada masalah pada bagian dalam ATM, kata Mustaqiem, pihaknya akan mengkoordinasikan kembali ke pihak hotel untuk kembali menaruh ATM tersebut di kawasan Hotel. Karena kata Mustaqiem, pihaknya baru memperpanjang kontrak penempatan ATM yang sebelumnya kontrak awalnya dari tahun 2013 lalu.

Bahkan dikatakan Mustaqiem, untuk Denominasi pecahan Rp 50 ribu tersebut maksimal isi ATM adalah Rp 400 juta, yang saat ini sudah dikeluarkan. Namun saat dikeluarkan sisa uangnya sebanyak Rp 196.550.000.

“Kondisi fisik masih bagus, tapi tidak tahu di dalamnya. Besok kita akan cek lagi dan mengkomunikasikannya dengan pemilik hotel. Apakah masih bisa di kawasan itu kita pasang kembali ATMnya, karena kontrak kami masih ada. Jika bisa maka sesuai standar kami akan pasang angkur kembali,” jelasnya.

Untuk kerugian kata Mustaqiem, tidak ada kerugian yang dialami karena ATM berada di dalam ruangan, bahkan tidak menggunakan parabola.

Sementara dikonfirmasi terpisah via telepon Kepala BPBD Kota Denpasar IB Joni Ariwibawa menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun BPBD Kota Denpasar longsornya bangunan ATM dan Pos Satpam tersebut disebabkan karena pondasi bangunan yang kurang kokoh. Hal ini dikarenakan kondisi curah hujan yang tinggi menyebabkan kandungan air tanah menjadi lebih banyak. Sehingga tanah menjadi lebih berat.

Disamping itu, kondisi tanah sekitar yang bisa terbilang kosong, tentu membuat lokasi ATM yang berada lebih tinggi rentan longsor. “ATM ambrol karena tanahnya longsor, mungkin karena senderannya kurang kokoh. Disebelahnya ada tanah kosong yang posisinya rendah, sehingga diperlukan pondasi dan topangan yang lebih kuat karena lokasi kosong dan lebih rendah tersebut,” pungkasnya.

(bx/gus /bay/yes/JPR/hg)