Bawa 37 Paket Sabu, 2 Bandar Narkoba Gorontalo di Bekuk

Dua tersangka kasus narkoba yang ditangkap BNNP Gorontalo(Foto: Natha/gp)

GORONTALO hargo.co.id – warga masyarakat harus semakin waspada dalam lingkungan sehari-hari pasalnya peredaran narkoba di Gorontalo makin mengkhwatirkan, selain barang haram ini dengan mudah dipasok dari luar daerah.

Juga para pengedar hingga bandarnya justru lebih banyak melibatkan para residivis atau mantan terpidana kasus narkoba.

Terbukti Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo kembali menangkap AO alias On-On bandar narkoba yang beroprasi di Gorontalo Selasa (18/4). Padahal sebelumnya On-On pernah dihukum selama 1,6 tahun penjara di Lapas Kelas IIA Gorontalo dalam kasus yang sama.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post(Hargo.co.id), Kamis (20/4), penangkapan terhadap On-On berawal dari penangkapan yang dilakukan oleh Tim BNNP terhadap R, Warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang saat ini telah bermukim di Gorontalo.

R merupakan rekan On-On yang diduga menjadi pelanggan tetap AO dalam membeli sabu. R ditangkap di salah wilayah di Kota Gorontalo.

Dari tangan R, Petugas berhasil mengamankan satu paket sabu. R kemudian dipaksa mengakui dari mana asal ia mendapatkan barang haram itu.

Setelah diintrogasi petugas, R akhirnya mengaku bahwa, sabu yang ada padanya diperoleh dari On-On, yang selama ini memang menjadi target operasi petugas selama kurang lebih tiga bulan belakangan.

Petugas BNN langsung bergerak cepat agar bisa mendapatkan barang bukti tambahan, dan menangkap on-on di rumahnya yang terletak di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.

Saat ditangkap, on-on pun tak bisa berkutik karena petugas juga telah mengantongi pengakuan dari R. Bahkan, AO semakin pasrah setelah polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti dari kamar pribadinya.

Sedikitnya, 37 Paket sabu, Uang tunai Rp 25 juta, 1 Paket Ekstasi, Kwitansi jual beli narkoba, STNK Mobil, ATM, Alat hisap sabu, 2 pucuk senjata tajam, dan 3 buah hanphone.

Dalam keterangan pers, Kamis (20/4) kemarin, Kepala BNNP Gorontalo, Brigjend Pol Drs Oneng Subroto mengatakan, AO sendiri berdasarkan hasil penyelidikan sementara petugas, statusnya adalah bandar sabu wilayah Gorontalo.

“Setiap paket sabu yang dimilikinya itu, ia jual dengan harga Rp. 2 Juta setiap paketnya,” ujar jenderal satu bintang itu. AO Sendiri akan diancam dengan hukuman penjara maksimal hukuman mati.(Tr-45/Hg)