Bawa 552 Butir Pil Koplo,Oknum Mahasiswa UNG Ditangkap

YN dan SF dan ratusan pil koplo saat diamankan di Kantor Mapolres Gorontalo Kota, Jumat (14/4) (F.Yudhistirah Saleh/Gorontalo Post)

GORONTALO – Hargo.co.id Tim Reserse Narkoba Polres Gorontalo Kota berhasil meringkus dua pengedar Pil Koplo jaringan antar Sulawesi. Sedikitnya 552 butir pil koplo jenis Trihexyphenidil A (THD) berhasil disita dari dua pemuda masing-masing berinisial YN (18) dan SF (23).

Sebelumnya, penangkapan ini dilakukan oleh tim Resnarkoba Polres Gorontalo Kota setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, Jumat (14/4) sekitar pukul 12.49 wita.

Kedua pelaku masing-masing, YN (18) warga Desa Balangga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo dan SF (23) Warga Kelurahan Dondo Barat, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-una yang juga tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Keduanya diamankan di salah satu Hotel Melati yang terletak di Kompleks Terminal 42 Kota Gorontalo ketika keduanya diduga melakukan transaksi jual beli obat yang tergolong barang psikotropika itu.

Saat digeledah, ratusan pil koplo itu ditemukan dalam kantong plastik warna hitam. YN saat diwawancarai Gorontalo Post mengaku, barang haram itu masuk ke Gorontalo melalui jalur laut, yakni lewat pelabuhan penyebrangan Gorontalo. Ironisnya, menurut pengakuan YN, masuknya ratusan pil koplo itu melibatkan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) berinisial R.

“Barang ini saya jemput di pelabuhan, saya ambil sekitar jam enam pagi. Saya ambil dari teman namanya Roni yang bekerja sebagai anak buah kapal,” ujarnya dengan wajah lesu.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Gorontalo Kota, AKP Handy Senu Nugroho mengungkapkan, Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat, dimana salah satu pelaku membawa pil koplo yang siap diedarkan di wilayah Kota Gorontalo.

Polisi kemudian langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap keduanya beserta ratusan pil koplo yang mulai dikemas dalam bungkus kecil siap edar.

“Ini berawal dari laporan masyarakat bahwa ada seorang pria yang datang dan tinggal di Limboto, Dia membawa obat Trihexyphenidil (T-H-D) yang akan diiedarkan di wilayah Kota Gorontalo, dengan mendaptkan informasi tersebut, kami langsung melakukan penindakan dan menemukan barang bukti 520 Butir T-H-D dari tas bersangkutan,” ujarnya.

AKP Handy juga menambahkan, barang haram itu menurut informasi dibawa dari Palu, Sulawesi Tengah. Ancaman sementara maksimal 10 tahun penjara tentang UU Kesehatan,” tambahnya.

Selain mengamankan kedua pelaku, AKP Handy juga mengatakan, petugas juga mengamankan, uang puluhan ribu rupiah yang diduga hasil penjualan pil koplo, serta sejumlah handpone sebagai alat transaksi.

“Kedua pelaku sudah kami amankan ke kantor Mapolres Gorontalo Kota untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya. Lebih lanjut AKP Handy mengatakan, walaupun bukan tergolong jenis narkoba, pil koplo jika dikonsumsi banyak akan ketagihan dan mengakibatkan kelumpuhan pada otak.(tr-45/hg)