Bawah Panah Wayer, Dua Pemuda Dibekuk Polisi

DUA oknum pelajar saat digelandang petugas ke Mapolres Bonebol usai didapati membawa panah wayer di Desa Tulabolo Barat, Kecamatan Suwawa, sabtu (10/2).

GORONTALO, Hargo.co.id – Kasus panah wayer yang meresahkan belakangan ini, mulai terungkap. Polisi berhasil mengamankan dua remaja yang kedapatan membawa senjata mematikan itu, sabtu (10/2). Warga Desa Tulabolo Barat, Kecamatan Suwawa, Bone Bolango yang mendapati dua remaja yang masih tercatat sebagai siswa SMA itu membawa panah wayer. Keduanya masing-masing FI alias Isal (15) dan DT alias Jamal (17).

Kedua pelajar tersebut diidentifikasi beralamat di Kelurahan Tanjung Kramat, Kecamatan Hulontalangi, Kota Gorontalo. Penemuan tersebut bermula saat warga Desa Tulabolo Barat mencurigai dua anak muda ini yang memasuki desa mereka, sekira pukul 16.00 wita, sore kemarin. Mulanya mereka menggunakan sepeda motor, namun karena kondisi desa yang sulit dilalui kendaraan, mereka lalu berjalan kali menelusuri Desa Tulabolo Barat.

Warga yang curiga karena baru pertama kali melihat kedua remaja ini lantas mencegat. Saat ditanya-tanya warga setempat, peryataan kedua anak muda ini malah menimbulkan kecurigaan warga setempat. Tak berpikir panjang, warga yang ada lantas memeriksa kedua remaja ini.

Benar saja, di dalam tas yang mereka tenteng terdapat sembilan buah busur anak panah wayer dan sebuah pelontar.  Saat itu juga warga yang menemukan, langsung menggiring keduanya ke kantor desa.

Barang bukti yang di sita petugas

Pihak aparat desa kemudian melaporkan ke Mapolres Bone Bolango.Tak lama, anggota unit opsnal Sat Intelkam Res Bone Bolango melakukan penjemputan kepada kedua anak muda tersebut di kediaman Kepala Desa Tulabolo untuk diperiksa lebih lanjut di Mapolres Bone Bolango.

Kasat Reskrim Polres Bone Bolango. Iptu. La Ode Arwansyah membenarkan adanya penemuan senjata tajam jenis panah wayer dari tangan kedua pelajar itu.” Saat ini keduanya tengah dalam penyelidikan petugas, kami masi terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap dua anak muda ini untuk mengungkap motif dari kedua anak pelajar ini tengah mebawa senjata tajam tersebut, “ujar La Ode Arwansya.

Ia juga belum bisa memastikan apakah kedua pelaku terkait dengan aksi panah wayer yang terjadi di Kota Gorontalo pekan lalu. Seperti diketahui Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Rachmad Fudail murka dengan adanya aksi panah wayer di Gorontalo. Ia bahkan memerintahkan jajaranya untuk mengungkap pelaku teror panah wayer. (tr-54)