BBVET Maros Pastikan 4 Ekor Sapi Positif Antraks

Ilustrasi

Hargo.co.id Gorontalo – Balai Besar Veteriner (BBVET) Maros memastikan bahwa 4 dari 5 ekor sapi yang mati mendadak jelang Idul Adha lalu positif antraks.  “Hasil pengujian tim Balai Besar Maros sudah keluar dan menyatakan ke 4 ekor sapi yang rata-rata adalah indukan ini positif antraks. Untuk 1 ekor yang dalam kategori ternak remaja, hasilnya Negatif,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Nakeswan) Kabupaten Gorontalo, Femmy Wati Umar, kemarin, Jumat (20/10).

Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan vaksinasi terhadap hewan-hewan ternak warga dengan jadwal 6 bulan sekali. Tentu hal ini dilakukan untuk pencegahan agar nantinya ternak lainnya tidak terjangkit oleh antraks yang tergolong berbahaya.

“Saya berharap agar kiranya masyarakat segera melaporkan jika menemukan sapi yang mati secara mendadak. Dan kami melarang keras sapi yang ditemukan mati untuk disembelih untuk dikomsumsi atau lebih parah lagi, dijual kepada masyarakat,” kata Femmy.

Sebelumnya, jelan Idul Adha, puluhan ekor sapi milik warga Desa Bolihuangga dan sekitarnya mati mendadak. Selang beberapa hari, tim BBVET Maros bersama instansi terkait mendatangi lokasi dan melakukan penanganan cepat dengan cara segera memberikan vaksinasi kepada ternak sekitar yang belum tervaksinasi.

Setelah mendapatkan sampel bangkai untuk diuji, tim pun langsung melakukan pemusnahan bangkai dengan cara dibakar, kemudian membawa sampel untuk dilakukan uji lab.  “Tentunya untuk mengantisipasi penyebaran penyakit ini, kita terus melakukan pengawasan terhadap hewan, baik yang masuk maupun yang keluar dari wilayah yang kini diindikasi sudah terkena antraks,” ungkapnya.(tr-56/hg)