Begini Cara Masyarakat Bulango Utara Menyambut Gerhana Matahari

Puluhan anak di Bone Bolango menabu kaleng disaat gerhana matahari. (foto Natha Gorotnalo Post)

Hargo.co.id BONBOL – Fenomena alam yang langka terjadi Gerhana Matahari Total (GMT) pada Rabu (9/3) tadi banyak diabadikan elemen masyarakat di berbagai penjuru.

Tak terkecuali di wilayah Kecmatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango.

Pantauan Gorontalo Post (grup hargo.co.id), dalam menyambut fenomena alam tersebut sebagian mereka menggelar shalat Gerhana Matahari. Ada pula sekelompok warga menyambutnya dengan tradisi yang sudah turun temurun.

Tradisi ini adalah menabuh kaleng dan jenis jorgen yang dipukul sambil melafalkan zikir. Kondisi ini seperti terjadi di Desa Tupa, Bulango Utara. Sejak pagi hari saat warga mengamati terjadi perubahan sinar Matahari pagi yang tidak seperti biasanya, mereka berbondong-bondong keluar rumah.

Mereka pun mengamati perjalanan fenomena Gerhana Matahari yang menabjubkan menggunakan alat tradisional berupa potongan lembar foto ronjeng dan bekas cetakan klisei foto serta kaca riben dari helm kenderaan motor.

Pada saat itulah warga mulai menabuh jenis kaleng dan jorgen sambil melafalkan zikir.

Konon tradisi menabuh kaleng sudah dilakukan warga secara turun temurun setiap terjadi fenomena alam gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan.

Adapun fenomena alam tersebut menurut cerita warga kedudukan Matahari sedang dalam genggaman makluk ghaib berupa naga.

“Untuk melepaskan genggaman Matahari dari makluk gaib itu maka dipukul kaleng dengan melantunkan zikir dan doa kepada Allah SWT pemilik alam semesta,” ujar Ibu Siti salah seorang ibu rumah tangga di Bulango Utara.(nrt/hargo)

Penulis: Narto Nusi