Begini Cerita Cucu Alm JS Badudu Soal Kondisi Kakeknya Sebelum Meninggal

PEMAKAMAN JS BADUDU : Suasana pemakaman Pakar bahasa Indonesia Jusuf Sjarif Badudu di Taman Makam Pahlawan, jalan Cikutra, Kota Bandung, Minggu (13/3). JS Badudu meninggal dunia pada usia 89 tahun di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Sabtu (12/3/2016), pukul 22.10 WIB karena menderita Stroke. (jpgnewsroom)

Hargo.co.id GORONTALO – Cucu Alm JS Badudu, Ananda Badudu kepada Gorontalo Post (grup hargo.co.id), Minggu (13/3) kemarin menceritakan bila kakeknya JS Badudu sudah sulit diajak berkomunikasi karena kondisi kesehatanya yang terus menyusut.

“Opa tidak memberikan pesan apa-apa kepada semua, karena kondisinya yang tidak memungkinkan lagi,”kata Ananda via ponsel semalam.

Menurut Ananda, bila JS Badudu pernah pulang ke Gorontalo, tapi waktu dan tujuanya kala itu ia tak begitu tahu.

“Opa selalu memberikan inspirasi, beliau adalah guru dalam keluarga kami. Kami bangga memiliki opa seperti beliau,”ungkap Ananda.

Sebelum meninggal, sekira 10 tahun belakangan, kondisi kesehatan Prof JS Badudu menurun drastis. Bahkan ia beberapa kali diserang stroke ringan maupun bertat sehingga mengakibatkan kondisi fisiknya semakin menurun. Hampir mencapai usia 90 tahun, Sabtu 12 Maret 2016 pukul 22.10 WIB. Guru besar lingustik pertama Universitas Padjajaran Bandung ini menghembuskan nafas terakhir di RS Hasan Sadikin, Bandung.

Oleh pihak keluarga, jenazah kemudian dibawa ke kediamanya di Bukit Dago Selatan nomor 27, Bandung. Setelah disalatkan, jenazah kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung, kemarin.

J.S. Badudu dikaruniai 9 anak masing-masing Dharmayanti Farnsisca, Erwin Suryawan, Chandramulia Satriawan, Chitra Meilani, Armadn Edwin, Rizal Indrayana, Sari Rezeki Andrianita, Mutia Indrakemala, dan Jusar Lakmikusala serta 9 menantu, 23 cucu, dan 2 cicit. (tro/csr/tr-49/hargo)