Berbuat Aksi Anarkis Saat Demo, Empat Oknum Aktivis Digelandang ke Polres

Suanasa unjuk rasa Aliansi Penegak Hukum Provinsi Gorontalo DI Kantor Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo yang berakhir Ricuh (14/4). (foto Natha/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Aksi unjuk rasa dari Aliansi Penegak Hukum Provinsi Gorontalo di Kantor Kanwil Ditjen Perbendaharan Provinsi Gorontalo berakhir Ricuh, (14/4). Kericuhan ini terjadi lantaran Massa aksi  tak terima dengan hasil proses lelang proyek pada Kantor Ditjen Perbendaharaan. Empat orang dari massa aksi yang diduga menjadi dalang kericuhan diamankan aparat kepolisian karena melakukan penganiayaan terhadap salah seorang panitia lelang di kantor Kantor Kanwil Ditjen Perbendaharan Provinsi Gorontalo tersebut.

Pantauan Gorontalo Post (group hargo), aksi yang berlangsung sekira pukul 15.00 wita itu dipimpin langsung Raiz Nango. Demo itu awalnya berlangsung damai. Suasana kemudian mulai memanas ketika massa aksi mulai memaksa untuk melakukan audiens dengan Panitia Proyek lelang gedung Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo.

Perdebatan antara kedua kubu anatara massa aksi dengan panitia pun terjadi, bahkan hingga berujung aksi anarkis. Awalnya Massa aksi mengklaim bahwa dalam proses pelaksanaan lelang tersebut tidak sesuai dengan prosedur yang ada, namun kemudian dari pihak panitia lelang mengklaim bahwa proses pemenangan proyek tersebut sudah sesuai dengan prosedur.