Berkat Kerja di Investasi Get-get Milik Owner Dhiyan, Pemuda Ini Bisa Beli Motor untuk Ibunya

Ratusan agen dan member dari investasi get-get mendatangi kediaman Dhiyan Bone. (foto dok Facebook)

Hargo.co.id GORONTALO – Investasi get-get milik Dhiyan Bone memang menjanjikan. Meski kini investasi bodong dengan label Koperasi Sentra Jaya itu kolaps dengan hutang mencapai Rp 60 miliar, namun ada cerita mengharukan dari salah satu karyawan Dhiyan.

Raflin Yunus, salah seorang karyawan sekaligus orang kepercayaan Dhiyan mengaku sudah bisa membeli motor untuk ibunya.

Karyawan Dhiyan sendiri, menurut Raflin, berjumlah empat orang. Mereka bekerja di rumah kontrakan Dhiyan di Graha Agus Salim, Kota Gorontalo dengan upah yang tidak sedikit.

“Alhamdulillah dari hasil kerja saya pada ibu Dhiyan, saya sudah bisa membeli motor untuk ibu saya,”ujar Raflin yang juga masih termasuk kerabat dekat Rosdiana Bone (nama lengkap Dhiyan).

Raflin menambahkan, pada hari-hari terakhir menjelang kolaps, dirinya sempat diminta untuk mencairkan uang sejumlah Rp 601 juta. Uang tersebut diserahkan ke sejumlah agen yang terus menagih.

“Setahu saya, semua uang yang ada di dalam brankas yang disita polisi itu sudah tidak ada, karena saya yang terakhir mengeluarkan uang dari dalam brankas sejumlah Rp 21 juta,” ungkapnya sambil berkaca-kaca.

Sisa uang Rp 21 juta itu langsung diamankan ke rumah salah seorang kerabat Dhiyan. Rencananya uang ini akan kembali diambil oleh Dhiyan. Sayangnya niat Dhiyan ini urung terjadi, karena dirinya terlebih dahulu dijemput petugas Reskrim Polres Gorontalo Kota.

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →

One Comment on “Berkat Kerja di Investasi Get-get Milik Owner Dhiyan, Pemuda Ini Bisa Beli Motor untuk Ibunya”

  1. Sering berkembangnya investasi bodong yang terjadi diwilayah Gorontalo, menurut pemahaman saya ini suatu bukti tingkat kemiskinan diwilayah Gotontalo masih tinggi, sementara SDM masyarakat kita dibawah, mungkin saja masih ada jenis investasi bodong selain dhiyan get get yang berkembang dan banyak merugikan masyarakat gorontalo yang belum terungkap karena para korban malu untuk mengungkapnya (dengan pola pikir merasa malu bila tertipu sehingga tidak ada keberanian untuk mengungkapnya) dan ini bukti nyata rendahnya SDM masyarakat kita, maka sangat diperlukan peran pemerintah,

Comments are closed.