Bijak Menggunakan Media Sosial

Bijak Menggunakan Media Sosial

Hargo.co.id – Apakah Anda pernah mengamati teman medsos Anda membuat sebuah status, postingan, atau membagi informasi yang kontroversial sehingga membuat Anda gregetan? Bahkan membuat jari-jari tangan Anda gatal untuk ikut nimbrung berkomentar?

Bijak saat memanfaatkan media sosial menjadi pembuktian bahwa eksistensi Anda menjadi menarik dan bermanfaat bagi diri anda sendiri, keluarga bahkan orang lain yang menjadi teman anda di dunia maya.

Jika saat ini situasi di media sosial sering ‘menyajikan’ kegaduhan, itu disebabkan karena kurangnya toleransi dan pengendalian diri dari masing-masing individu sehingga terjadilah ‘perang’ ego yang takkan pernah ada ujungnya.

Memang benar, banyak kejadian di media sosial yang sungguh memaksa kita untuk menguras energi, menyita waktu bahkan mengganggu pikiran sepanjang waktu. Namun diantara itu semua, syukurlah kita dianugerahi hati dan pikiran untuk bisa mengontrol perilaku demi menjaga tatanan hidup yang sudah ada, termasuk di dunia maya.

Bagaimana cara menggunakan media sosial yang baik? Berikut beberapa hal yang bisa saya bagikan dari berbagai sumber dan pengalaman saya pribadi:

  1. Berpikir sebelum update status di media sosial.

Hanya karena Emosi, Anda update status sesuka hati, misalnya marah-marah tanpa alasan atau memfitnah orang lain tanpa bukti. Orang lain bisa menyimpulkan bahwa Anda belum memiliki kedewasaan dalam memanfaatkan media sosial. Jadi, kontrol emosi Anda agar semua berjalan baik.

2. Orang lain tak perlu tahu masalah pribadi Anda.

Media sosial sering dianggap sebagai diary alias tempat curhat sehari-hari. Sebaiknya, hentikan hal ini jika Anda ingin punya privasi. Contohnya saja masalah rumah tangga, kasihan pasangan Anda jika Anda menjelek-jelekkan dia di status yang Anda update. Atau perbedaan prinsip dengan orang tua yang membuat Anda harus umbar aib keluarga. Prinsipnya, jangan pamer masalah pribadi karena bisa menimbulkan banyak persepsi negatif

3. Jangan lupakan pasangan maupun keluarga.

Waktu yang tersita, banyak orang yang merasa kesepian lantaran waktu bersama pasangan tergantikan oleh aktivitas di dunia maya, ini tentu menjadi masalah yang layak untuk diperhatikan. Banyak juga yang pekerjaan utamanya terhambat gara-gara mainan medsos. Jangan terjebak dalam ‘kenyamanan’ ini karena anda sejatinya makhluk sosial, yang pastinya akan membutuhkan dan dibutuhkan orang lain dalam dunia nyata.

4. Telusuri kebenaran informasi sebelum share ulang.

Hati – hati jika Anda ingin re-share (membagikan) informasi, jadilah netizen cerdas dengan menelusuri kebenaran data. Jangan sampai Anda sembarangan re-share, ternyata itu berita bohong (hoax) yang hanya membuat kita malu.

5. Patuhi etika-etika saat bermedsos.

Bila selama ini Anda merasa tak ada aturan saat menjelajah dunia maya, saat ini sudah ada beberapa pihak yang memperjuangkan batasan-batasan dalam bermedia sosial agar membawa kenyamanan bagi kita semua. Hukum di Indonesia telah menetapkan perlindungan kepada masyarakat (saat memanfaatkan media sosial) melalui UU no.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU no. 11 tahun 2008 tetang ITE, yaitu pasal 27 s/d 35. Selain itu, ada pula fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang mengatur tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial.

Menjadi netizen bijak berarti kita mau menyadari, informasi mana yang pantas dan tak pantas untuk di-share. Jika kita konsisten menjaga ini, kehidupan kita di dunia maya pasti adem ayem.(bud/hg)