Bila Resmi Jadi Pengurus Partai, Idah Mundur dari PNS

Idah Syahidah

Hargo.co.id GORONTALO – Bergabung dengan partai Politik bukan rencana baru bagi Idah Syahidah Rusli Habibie.

Bahkan sebelum Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjadikan Idah sebagai bendahara dewan pimpinan wilayah (DPD) PAN Provinsi Gorontalo. Muncul, Perindo pernah menjadi alternatif untuk bagi Bunda PAUD Provinsi Gorontalo ini mengabdi di partai politik.

“Tapi yah begitu, Perindo nggak jadi. Saya juga sudah bilang bapak, kalau saya ke parpol saya nggak mau di Golkar, biarlah kita berbeda. Ketemunya tetap di rumah kok,”kata Idah lantas tertawa.

Bahkan lanjut Idah, bila resmi dipercaya masuk sebagai pengurus PAN Gorontalo, statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera ditanggalkan.

Ia mengaku belum bisa mengajukan pensiun dini karena masa pengabdian yang masih cukup lama, hingga kini Idah masih tercatat sebagai staf khusus Pemprov Gorontalo.

“Memang harus mundur, itu konsekuensi,”ujarnya.

Ia juga memastikan akan profesional, apalagi kondisinya tidak separtai dengan suaminya yang kini pimpinan Golkar Gorontalo.
“Biarkan langit membiru, dan padi akan menguning,”ungkap Idah.

Artinya, ia yakin kelak PAN akan berkembang, begitu pun dengan Golkar yang dipimpin suaminya. Dihubungi terpisah, Rusli Habibie yang juga Gubernur Gorontalo tidak banyak ini memberikan komentar.

Hanya saja, sinyalemen memberikan izin bagi Idah Syahidah masuk ke dunia politik ia perlihatkan.

“Teruskan,”kata Rusli singkat. (tro/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →