Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Bulango, Oma 69 Tahun Mengapung di Irigasi

Warga Dutohe, Kabila melakukan evakuasi terhadap Nenek Saadi, dari saluran air setelah ditemukan mengapung, kemarin. (foto : istimewa)

TILANGO, Hargo.co.id – Intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa waktu belakangan ini menuntut kewaspadaan warga. Terutama para orang tua yang memiliki anak masih di bawah umur. Pastikan mereka tak bermain di tempat yang membahayakan keselamatan, tak terkecuali di wilayah sungai. Sebab, meningkatnya curah hujan membuat arus sungai meningkat.

Kondisi itu sewaktu-waktu bisa saja merenggut keselamatan baik orang tua maupun anak-anak. Seperti yang terjadi di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Bocah 11 tahun Ariel Jafar hanyut di Sungai Bolango, Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post, putra Pepy Yusuf (30) dan Andi Jafar (32) tersebut keluar rumah sejak pagi. Siswa kelas 6 SD Negeri 5 Tilango itu pergi bersama empat temannya ke sungai Bolango.

Letaknya tak jauh dari rumahnya. Saat tiba di lokasi, mereka asyik bermain di pinggiran sungai yang kondisinya agak terjal dan licin. Diduga karena terpeleset, Aril Djafar pun jatuh dan jatuh ke sungai yang volume airnya sedang naik karena curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini.

Teman-teman sejawatnya sempat menolong korban yang tak bisa berenang. Namun karena takut ikut terseret arus mereka lantas melaporkannya ke orang tua korban. Nahas saat warga berbondong-bondong datang ke lokasi, jejak korban sudah tidak ada lagi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta BASARNAS yang mendapat informasi pada pukul 11.00 Wita langsung menuju ke lokasi dan turun menyisir seputaran titik awal hanyutnya korban. Hingga pukul 17.30 Wita operasi pencarian dihentikan sesuai SOP dan akan dilanjutkan keesokan harinya.

Kepala Pelaksana BNPB Provinsi Gorontalo Dr. Sumarwoto menyampaikan bahwa pihaknya sudah turun sejak pukul 11.00 Wita menyisir lokasi sungai Bolango. “Kami mohon doanya supaya korban cepat ditemukan,” ungkap Sumarwoto. Dirinya juga menambahkan bahwa BNPB sudah membangun posko di sekitar lokasi bilamana ada temuan dari masyarakat maka dihimbau langsung mendatangi posko.

Terpisah Kepala Seksi Operasi Sakyianto mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pencarian hingga batas waktu yang ditentukan (1 minggu). “Kendalanya, air sungai kabur dan volume airnya tinggi,” ungkap Saktianto.

Hingga berita ini dilansir pukul 20.00, Aril Djafar belum ditemukan. Sementara itu Warga Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, Bonebol, Ahad (11/2) digemparkan penemuan mayat yang terapung di saluran irigasi.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, mayat tersebut ditemukan warga setempat yang melintas di area irigasi sekitar pukul 08.00 wita. Setelah diidentifikasi, mayat tersebut adalah Saadi Karim (69) alias Nenek Saadi, Warga Dutohe, Kecamatan Kabila.

Sebelumnya nenek 69 tahun ini diketahui mengidap penyakit ganguan jiwa. Titik lokasi ditemukanya nenek Saadi berjarak 500 meter dari kediamannya. Nenek Saadi diduga hanyut saat sedang buang air di saluran yang tak jauh dari kediamanya tersebut. Sebab saat itu volume air pada saluran tersebut dalam keadaan naik dan berarus. Sehingga membuat nenek Saadi terseret arus air.

Kasat Reskrim Polres Bone Bolango Iptu La Ode Arwansyah mengatakan, jasad korban sudah diserahkan ke pihak keluarga. Keluarga memilih tidak melakukan otopsi.“Hanya saja pemeriksaan luar saja yang dilakukan tim medis dari Puskesmas Kabila, Kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya singkat (Tr-58/tr-54/hg)