Bocah Belum Ditemukan, Orang Tua Ikhlas

SEDIKITNYA 50 personel yang tergabung dalam Basarnas, BPBD, TNI dan Polri serta dibantu oleh masyarakat dikerahkan mencari Ariel Djafar, bocah yang tenggelam di sungai Bulango. Tim gabungan ini akan melakukan pencarian maksimal selama tujuh hari berturut-turut.

Hargo.co.id– Hari kedua pencarian seorang bocah Ariel Djafar (11) yang hanyut di Sungai Bulango Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, belum juga ditemukan oleh tim gabungan. Orang tuanya pun mengaku sudah pasrah dengan musibah tersebut. Sebelumnya, hari kedua pencarian yang dimulai sejak pagi pukul 07.00 Wita melibatkan banyak unsur mulai Basarnas, BNPB, TNI hingga Polri dengan total 50 personel serta bantuan masyarakat setempat. Kali ini mereka menyusuri sungai Bulango dengan menggunakan perahu karet dan juga cara manual dengan memakai life jacket.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Gorontalo, Saktiyanto, mengungkapkan, pencarian kali ini dilakukan lebih masif lagi karena ada banyaknya anggota yang turun melakukan pencarian. “Kami bahkan sudah sampai ke muara sungai, namun sayangnya belum juga ditemukan,” ungkap Saktiyanto, kemarin, Senin (12/2). Dia menambahkan, pencarian tersebut akan terus dilaksanakan hingga hari ketujuh sejak hilangnya korban. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin,” tandas Saktiyanto.

Pun Gorontalo Post mendatangi keluarga korban di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Saat ditemui, pihak keluarga masih diselimuti duka yang mendalam. Ibu korban, Pepy Yusuf (37), mengatakan, bahwa sebelum kejadian, Ariel Djafar, anak keduanya itu, sempat berlagak tak seperti biasanya. “Ia sangat manja, memeluk-meluk, tak mau jauh dari saya,” kenang Pepy Yusuf dengan nada sedih.

Jika kelak anaknya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, Pepy pun mengaku sudah pasrah. Namun, permintaannya hanya satu; Pepy berharap kepada masyarakat bahwa jika anaknya nanti sudah berhasil ditemukan agar tidak memotretnya dan mengedarkannya ke media sosial, “Mendengar nama anak saya disebut-sebut saya sudah sangat terpukul,” jelas Pepy.
Sebelumnya, Ahad (11/2), Ariel Djafar, siswa kelas 6 SDN 5 Tilango itu pergi bermain empat temannya ke sungai Bulango yang tak jauh dari rumah. Ariel pun terpeleset dan jatuh ke sungai dengan volume air yang cukup tinggi menyusul hujan deras belakangan ini. Ariel yang tak bisa berenang pun terseret arus sungai dan belum ditemukan hingga kini.(TR- 58/Hg)