Bogor Disapu Longsor, Jakarta Siaga Banjir

Hujan mengguyur Kota Bogor mengakibatkan jalur Puncak, Kabupaten Bogor menuju Cianjur, Sukabumi, dan Bandung ditutup, Senin (05/02). RANGGA/METROPOLITAN/JPG

JAKARTA, Hargo.co.id – Bagi masyarakat Gorontalo yang akan bepergian ke Jakarta atau Bogor sepertinya patut waspada. Cuaca di wilayah itu sedang kurang bersahabat. Saat ini Ibu kota siaga banjir.

Seharian kemarin, wilayah puncak dan Kabupaten Bogor disapu longsor. Hujan deras yang terus terjadi di daerah itu, memperparah debit air ke wilayah Jakarta. Ketinggian air Sungai Ciliwung bahkan mendekati batas bahaya. Banjir diprediksi mengancam DKI Jakarta hingga tiga hari ke depan.

Sampai tadi malam pukul 22.00 WIB, ketinggian air di pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, mencapai 860 cm. Terpaut 90 cm dari batas siaga 1. Pemprov DKI Jakarta mengerahkan ratusan pompa air untuk mengamankan ibu kota dari banjir.

Kondisi lebih parah terjadi di Kabupaten Bogor. Hujan deras membuat lima titik di kawasan Puncak longsor. Delapan orang dilaporkan tertimbun. Seorang ditemukan tewas. Di Cijeruk, hujan deras membuat jalur kereta api terputus.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sampai tadi malam kondisi terkendali. Banjir hanya terjadi di beberapa titik di Jakarta Timur dan Selatan. Total warga yang mengungsi hingga pukul 21.30 WIB hanya 47 keluarga.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, seluruh jajarannya siaga untuk menghadapi banjir. ”Dinas perhubungan siaga untuk lalu lintas, dinas sosial siaga pengungsian, dinas sumber daya air siaga memastikan aliran air teralir dengan baik,” kata Anies kemarin sore (5/2). ”Sekitar 450 pompa air sudah disiagakan. Ditambah 30 pompa mobile yang bisa bergerak leluasa,” lanjutnya.

Air kiriman dari Bogor mulai ”menyerbu” Jakarta sekitar pukul 16.00 WIB. Itu sekitar sepuluh jam setelah Bendung Katulampa di Bogor dinyatakan siaga 1 pada Senin pagi. Ketinggian air terus meningkat di pintu air Manggarai saat malam, dari 775 cm hingga 850 cm pada pantauan terakhir pukul 21.30.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengungkapkan, untuk mengantisipasi luapan, air di pintu air Manggarai dialihkan ke Ciliwung Lama dan kanal banjir barat.

Dia bersyukur lantaran ketinggian permukaan air laut di Ancol masih berada di bawah ketinggian sungai di Jakarta, sekitar 185 cm. Kondisi akan bahaya jika ketinggian air di Ancol di atas 200 cm dan kiriman dari Bogor terus datang.

Teguh menuturkan, banjir dua tahun terakhir merupakan pelajaran bagi pihaknya dalam menyelesaikan persoalan. ’’Kalau sekarang kurang dari lima jam. Banjir atau genangan nggak sampai berhari-hari,’’ ucapnya.

Meski kondisi masih aman, Anies meminta warganya selalu waspada. ”Seluruh warga di daerah aliran Sungai Ciliwung harap waspada, potensi limpahan air yang sangat deras. Jangan dianggap enteng,’’ pesannya.

Peringatan Anies itu sejalan dengan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DKI Jakarta bahwa hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi tiga hari ke depan.

Staf Subbidang Prediksi Cuaca BMKG DKI Jakarta Achmad Rifani menjelaskan, telah terjadi dorongan udara dingin dari daratan Benua Asia menuju wilayah Indonesia. Udara dingin tersebut berada di sebagian wilayah Indonesia seperti Pulau Kalimantan, Sumatera, dan Jawa.

”Hal itu mengakibatkan gumpalan-gumpalan awan mendung yang berpotensi membuat hujan dengan intensitas tinggi,” paparnya.Achmad menjelaskan, pergerakan udara dingin yang menimbulkan gumpalan awan tersebut cenderung tumbuh di wilayah Pulau Jawa bagian barat seperti DKI Jakarta. Hal itu juga melanda selatan DKI Jakarta, termasuk area Bogor.

Jalur Puncak Bogor Ditutup

Sementara itu, tim SAR terus beruaha melakukan evakuasi untuk mencari korban yang masih tertimbun di kawasan Puncak. Longsor kemarin terjadi hampir bersamaan sekitar pukul 09.00 WIB di lima lokasi yang berbeda. Selain menimbun delapan orang dan menewaskan satu orang, peristiwa itu membuat jalur Puncak yang menghubungkan Bogor–Cianjur–Bandung ditutup.

Kondisi kabut tebal serta hujan deras membuat proses evakuasi berjalan lambat meski alat berat telah digunakan.

Agus Suherman, saksi mata yang selamat dari longsor, menyatakan bahwa longsor terjadi beruntun dalam tempo yang cepat. ”Saya sedang melintas seperti biasa. Tahu-tahu tanah dari arah kiri ambrol.

Saya panik, banting setir ke kanan,” kata sopir angkutan umum jurusan Cisarua tersebut kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group).Agus sempat melihat dua pengendara motor di dekatnya sebelum longsor menerjang. Keduanya tak terlihat setelah kejadian itu.

Agus juga sempat mendengar suara perempuan meraung meminta tolong. Tapi, tak lama kemudian, longsor kembali terjadi di titik yang sama. ”Saya juga sudah panik dan lari karena longsor juga sudah menimpa mobil saya,” tuturnya.

Kapolres Bogor AKBP Andi Mochammad Dicky menyatakan, jalur Puncak ditutup sementara selama proses evakuasi hingga selesai. Tebing yang longsor dinilai masih rawan sehingga harus ditutup dengan terpal. Kendaraan dari arah Bogor menuju Ciajur dialihkan melalui Sukabumi. Begitu juga sebaliknya.

”Nanti BPBD dan (kementerian) PUPR mengecek lagi kelayakannya. Karena di bawah jalan itu seperti sudah longsor juga, sudah bolong. Kalau hujan seperti ini terus, juga kemungkinan masih rawan longsor,” papar Dicky.

Dicky mengimbau masyarakat agar tidak ke wilayah Puncak jika tidak ada keperluan yang sangat penting. Apalagi, kondisi saat ini justru akan menambah kekhawatiran jika banyak kendaraan yang melintas.

”Jadi, saat ini kita tutup sampai Taman Safari, kecuali untuk warga setempat yang memang mungkin sudah tahu jalan-jalan alternatif. Itu pun cuma sampai Gunung Mas,” ujarnya. (jpg/hg)