Born To Be Dewy

Hargo.co.id, Zetizen-GP- Ngepoin orang alias stalking di era sekarang emang wajar. Tapi, kamu juga mesti tahu kapan harus stop untuk melakukannya! Nah, biar tahu tentang level stalking-mu dan sampai tahapan mana, yuk, ikutin kuis di bawah ini and find out your result. Ready?(nao/c22/dhs)

Hangover Make-Up Junkies
Hangover make-up diciptakan beauty enthusiast asal Jepang, Igari Shinobu. Jadilah look itu sering disebut Igari make-up. Style make-up tersebut fokus pada pengaplikasian blush on di bawah area mata sampai apples of the cheeks sebanyak-banyaknya. The key of this look membuat pemakainya terlihat flushed seperti terlalu banyak minum alkohol. Look itu juga disebut looking sick on purpose yang memperlihatkan warna kemerahan seperti orang demam. Hangover make-up makin populer karena beberapa public figure mengaplikasikannya. Misalnya, Yeri, personel Red Velvet. ‘’Style Igari make-up muncul sebagai angin segar bagi mereka yang bosan dengan contouring. Tetap menonjolkan makeup yang effortless, namun memiliki poin pada pengaplikasian make-up,’’ ujar Mentari D.J., make-up artist dan beauty enthusiast.

Highlight On Point

Glowing face menjadi highlight sepanjang tahun ini. Dengan begitu, highlighter menjadi make-up item terpenting bagi beberapa pencinta make-up. Di Amerika bahkan populer teknik strobing. Teknik tersebut menonjolkan beberapa bagian wajah seperti bridge of the nose, cupid bows, highest point of your cheeks, dan brow bone. Jenis highlight pun beragam, mulai cream, liquid , hingga powder highlighter. Make-up brand ternama pun berlomba meluncurkan produk highlighter paling pigmented di kulit. ‘’Pengaruh kepopuleran highlight berawal dari Korean make-up. Sebab, ciri khas Korean make-up adalah memperlihatkan kulit sehat dengan meninggalkan make-up tebal yang so powdery,’’ ujar Vina Wijayanti, make-up artist dan founder
sekolahmakeup.com