Breaking News: Terjebak Dalam Kebakaran, Nenek 52 Tahun Tewas Mengenaskan

Anggota TNI dibantu warga setempat berusaha memadamkan api yang menghanguskan rumah milik Kisman Pomu (Foto; Roy Gobel/hargo)

Hargo.co.id, Gorontalo  – Keluarga Kisman Ponu (65) warga Desa Pentadio Barat, Keamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo terpaksa harus menelan kenyataan pahit, itu setelah keluarga ini kehilangan rumah akibat kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh isi rumah, pada Rabu, (18/10). Selain menghanguskan rumah tersebut, kebakaran ini juga mengakibatkan seorang nenek bernama Hadijah Luawo (52) harus meregang nyawa kerena terjebak dalam kobaran api.

Informasi yang dihimpun Hargo menyebutkan, Kebakaran yang terjadi pada pukul 09.50 itu, berawal dari salah satu cucu dari Kisman Ponu sedang bermain korek api disalah satu kamar bagian depan, namun tiba-tiba percikan api mengenai bagian kasur, sehingga api begitu cepat menyebar kebagian lain. Melihat api sudah mulai menjalar sang bocah kemudian berlari memberitahukan kepada Titen yang juga merupakan keponakan korban.

Kemudian Titen segera mengambil air didapur untuk memadamkan api, saat masuk kedalam kamar, ternyata api sudah mulai membesar dan mulai menjalar kebagian dinding dan plafon kamar, saat itu juga Titen langsung menyelamatkan bocah tersebut dan berteriak meminta pertolongan warga. Pada saat bersamaaan Anggota TNI gabungan dari Brigif 22/Oms, Yonif 713 dan Yonif 715 yang sedang berlatih renang di area Pentadio Resort melihat ada kepulan asap yang berasal dari salah satu rumah, dan langsung menuju lokasi kebakaran.

Dengan dibantu warga setempat, Anggota TNI berusaha memadamkan api, sedangkan sebagian lagi berusaha mengevakuasi barang-barang berharga, kemudian Titen memberitahukan jika ada seorang nenek yang sedang sakit dan terbaring dikamar ketiga. Saat itu juga beberapa anggota TNI berusaha untuk menyelamatkan nenek tersebut, namun sayang korban ditemukan sudah dalam keadaan terbakar, korban kemudian langsung dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit MM Dunda Limboto, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi.

Selang beberapa menit kemudian Tim Pemadam Kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gorontalo tiba dilokasi dan langsung melakukan pemadaman api, dan tidak memakan waktu lama kobaran api berhasil dikuasai.

Proses evakuasi Hadijah Luawo yang menjadi korban kebakaran di Pentadio.

Saat diwawancarai, Titen menjelaskan, saat kejadian dirinya sedang memasak didapur, tiba-tiba keponakannya itu datang menanyakan bagaimana caranya memadamkan api dikamar, tapi saat masuk kekamar ternyata api sudah membesar.

” Saya berusaha mencari kain basah untuk memadamkan api, tapi saat masuk ke kamar api sudah mulai menjalar dan saat itu juga saya langsung berteriak minta tolong, dan saya baru sadar ternyata didalam kamar lain si nenek terjebak didalam kepulan api.” Tutur Titen

Sementara itu Letnan Dua Inanteri Suyono yang memimpin pasukan TNI, menjelaskan saat setelah melakukan latihan renang, pihaknya melihat ada kepulan asap, dan langsung memerintahkan anggotanya untuk menuju asal dari asap tersebut, dan langsung memberi pertolongan dengan alat seadanya.

” Melihat ada kepulan asap, kami langsung menuju TKP dan mendobrak pintu rumah untuk menyelamatkan barang barang berharga dan memadamkan api, selanjutnya kami juga mengevakuasi salah satu korban yang terjebak di salah satu kamar. Dan saat kami temukan korban sudah dalam keadaan terbakar.” Ujar Suyono

Terpisah Kepala BNPB Kabupaten Gorontalo Husni K. Deka saat diwawancarai membenarkan peristiwa ini dan pihaknya setelah menerima laporan warga langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pertolongan, dan untuk selanjutnya pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo untuk memberikan bantuan kepada korban.

” Setelah menerima laporan warga, kami langsung menuju lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman, dan untuk selanjutnya kita masih melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Sosial terkait bantuan yang akan diberikan.” Ujar Husni

Sementara itu akibat kejadian, pihak BNPB masih melakukan identiikasi terhadap kerugian yang dalami korban, namun untuk sementara kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (rg/Hargo)